MAN 4 Sleman Ikuti Survei Nasional SAHABAT KBC 2026, Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta

Sleman (MAN 4 Sleman) – MAN 4 Sleman berpartisipasi dalam Survei Nasional SAHABAT Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) pukul 09.00 WIB di Laboratorium Komputer MAN 4 Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh tiga guru dan 29 murid yang telah ditugaskan untuk berpartisipasi dalam survei nasional tersebut.
Survei Nasional SAHABAT KBC merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dan diikuti oleh unsur guru serta murid madrasah. Di MAN 4 Sleman, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemetaan dan penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah. Keterlibatan guru dan murid diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih beragam mengenai pengalaman dan pelaksanaan pendidikan berbasis nilai-nilai cinta di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 4 Sleman, Safitri Ida Kusumastuti, S.Sos., menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki peran penting dalam membangun proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami berharap madrasah dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, dengan mengedepankan kasih sayang, empati, penghargaan terhadap perbedaan, serta kepedulian terhadap sesama. Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana murid memperoleh pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka belajar menghargai, memahami, dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain,” ungkap Safitri.
Ia juga berharap keikutsertaan MAN 4 Sleman dalam survei nasional ini dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi madrasah dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang semakin humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter murid.
Melalui keikutsertaan dalam Survei Nasional SAHABAT KBC 2026, MAN 4 Sleman turut mendukung upaya pengembangan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian, dan terciptanya hubungan yang harmonis di lingkungan pendidikan. Semangat Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat semakin menguatkan peran madrasah sebagai ruang tumbuh bagi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menghargai keberagaman.(fif)



