News

MAN 4 Sleman Studi Tiru IKM di SMA N 1 Patuk

            Sleman (MAN 4 Sleman) – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka (Kurmer).  Peran Guru BK harus dioptimalkan.  “Dalam Kurikulum Merdeka, BK memiliki peran penting, nomor satu, meliputi diferensiasi pembelajaran, mengidentifikasi perbedaan-perbedaan setiap siswa untuk disampaikan kepada seluruh guru mata Pelajaran,” Suyatna,S.Pd.,M.Pd  kepala SMA Negeri 1 Patuk saat memberikan sambutan pada studi tiru Implementasi Kurmer Merdeka (IKM) Jum’at (1/9/2023) di Lab bahasa sekolah setempat.  Dalam pembelajaran guru harus bisa memberikan layanan Pendidikan kepada siswa-siswi yang beragam.  Keberagaman datanya dari Guru BK, tegas Suyatna didampingi wakil kepala urusan kuirkulum, sarana prasarana, kesiswaan beserta jajarannya.

Sementara Ahmad Arif Makruf,MA,MSi kepala MAN 4 Sleman menyatakan ingin meniru kesuksesan SMA Negeri 1 Patuk dalam menerapkan Kurmer ini.  Tentu saja nantinya akan diadaptasikan dengan kondisi madrasah seperti dalam pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alaamin.  Semua itu diharapkan dapat segera diterapkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tambahnya.

  Suyatna menambahkan, di tahun ketiga penerapan Kurmer ini, banyak hal yang sudah dilaksanakan dan terus diperbaiki. Tidak menutup kemungkinan menerima masukan dari berbagai pihak yang telah berkunjung.  “Sebenarnya ini bukan studi tiru karena toh nanti disesuaikan dengan kondisi madrasah.  Bisa dikatakan studi bersama, belajar bersama untuk optimal menerapkan kurmer,” lanjut Suyatno.  Untuk menerapkan Kurmer ini bisa dibentuk komunitas implementasi kurikulum Merdeka, dengan tujuan untuk studi bersama terkait penerapan kurikulum Merdeka.

Peserta studi banding mendapat arahan dari Tim SMA Negeri 1 Patuk yakni Sarjuni, S.Pd wakil kepala urusan kurikulum,. dan tiga staf kurikulum yakni Dewi Novitasari,S.Pd.Si, Astuti Widyaningsih,S.Pd.Si. dan Veronica Roswita Kartikasari,S.Pd.    Peserta dari MAN 4 Sleman langsung berdiskusi Tim Kurukulum, tim projek, dan sesuai dengan bidangnya masing-masing.  “Dengan diskusi per bidang, kita semakin paham dalam penerapan kurmer serta bagaimana merancang projek P5RA,” kata Triono,S.Pd wakil kepala madrasah urusan akademik.  (eds)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back to top button