Mengenal Surga dan Neraka

15 Macam-Macam Surga dan Penghuninya, Simak Dalilnya

Ada total lima belas macam-macam surga dalam Islam yang disebutkan dalam Al-Qur’an dari seratus tingkatan yang ada.

Macam-macam surga dalam Islam digambarkan berupa taman dengan banyak pohon. Surga dalam Islam adalah tempat keabadian. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan surga adalah alam akhirat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya (dalam keabadian).

“Surga itu terdiri dari seratus tingkat. Jarak antara yang satu dan yang lainnya seperti antara bumi dan langit. Dan tingkatan tertinggi adalah Surga Firdaus.” (HR Abu Sa’id Al Khudri)

Ada total lima belas macam-macam surga dalam Islam yang disebutkan dalam Al-Qur’an dari seratus tingkatan yang ada. Penghuni macam-macam surga ini adalah orang-orang saleh, sabar, selalu berbuat baik, bertakwa, beriman, dan selalu memelihara sholatnya. 

Dalam buku berjudul 49 Teladan dalam Al-Quran oleh Ririn Rahayu Astutiningrum, surga dalam Islam adalah digambarkan berupa taman dengan banyak pohon. Gambaran surga seperti taman tersebut adalah tempat yang kekal di akhirat, diperuntukan bagi hamba Allah yang beriman.

Berikut ulasan lebih mendalam tentang lima belas macam-macam surga, penghuni, dan dalilnya dalam Al-Qur’an, Rabu (8/2/2023).

Ada tujuh macam-macam surga dalam Islam yang paling umum sebagaimana dijelaskan dalam buku berjudul Misteri Bidadari Surga oleh Joko Syahban. Kementerian Agama Provinsi Banjarnegara menjelaskan penghuni tujuh macam-macam surga ini orang-orang saleh, sabar, selalu berbuat baik, bertakwa, beriman, dan selalu memelihara sholatnya.

Ini penjelasan dari macam-macam surga dan penghuninya yang dimaksudkan:

1. Surga Ma’wa

Surga Ma’wa artinya tempat tinggal. Ma’wa menjadi salah satu dari macam-macam surga sebagai tempat Malaikat Jibril dan lainnya bersemayam. Penghuni surga ma’wa adalah di dalamnya ada burung hijau yang membangunkan syuhada dan jiwa-jiwa syahid yang disemayamkan.

2. Surga Adn

Surga Adn memiliki arti tinggal untuk selamanya. Adn menjadi salah satu dari macam-macam surga sebagai tempat yang di dalamnya ada sungai yang sangat indah. Penghuninya akan mendapatkan gelang-gelang yang terbuat dari mutiara dan emas.

Penghuni surga adn adalah  orang-orang yang beriman karena kesempurnaan iman dan Islamnya. Sekaligus diperuntukkan bagi orang atau umat muslim yang senantiasa bersabar dalam hidupnya.

3. Surga Na’im

Surga Na’im artinya taman kenikmatan. Na’im menjadi salah satu dari macam-macam surga sebagai tempat yang di dalamnya ada semua nikmat. Baik nikmat makanan, minuman, wewangian, pemandangan, tempat tinggal dan nikmat lahir dan batin.

Penghuni surga na’im adalah orang-orang yang beriman dan selalu mengerjakan amal saleh ketika hidup di dunia.

4. Surga Darus Salam

Surga Darus Salam artinya rumah keselamatan. Darus salam menjadi salah satu dari macam-macam surga sebagai tempat yang di dalamnya ada rasa kedamaian karena berada di sisi Allah SWT. Penghuninya akan diberikan apa saja yang mereka inginkan.

Penghuni surga darus salam adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Mereka orang-orang yang selalu merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya dan orang yang selalu mengakui kebesaran Allah SWT.

5. Surga Darul Khuldi

Surga Darul Khuldi artinya rumah keabadian. Darul khuldi menjadi salah satu dari macam-macam surga sebagai tempat yang di dalamnya ada taman dengan pepohonan yang teduh dan berbuah. Para penghuninya ini tidak akan merasa kelelahan.

Penghuni surga darul khuldi adalah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

6. Surga Al Maqamul Amin

Surga Al Maqamul Amin artinya aman. Ini menjadi salah satu dari macam-macam surga sebagai tempat yang di dalamnya ada tempat yang aman dari semua keburukan dan bencana. Penghuni surga al maqamul amin adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa.

7. Surga Firdaus

Surga Firdaus artinya tingkatan surga tertinggi. Firdaus menjadi salah satu dari macam-macam surga sebagai tempat yang di dalamnya ada kebun yang dipenuhi pepohonan rimbun. Penghuni surga firdaus adalah orang-orang yang selalu memelihara sholat.

Gambaran surga dalam Islam, memiliki luas yang seluas langit dan bumi. Umat manusia yang berada di surga atau jannah akan senantiasa mendapat kecukupan nikmat tanpa kesulitan. Macam-macam surga sebenarnya ada seratus tingkatan.

“Surga itu terdiri dari seratus tingkat. Jarak antara yang satu dan yang lainnya seperti antara bumi dan langit. Dan tingkatan tertinggi adalah Surga Firdaus.” (HR Abu Sa’id Al Khudri)

Selain tujuh macam-macam surga dan penghuninya yang sudah disebutkan, masih ada macam-macam surga lainnya yang perlu diketahui. Ada delapan macam-macam surga lainnya yang namanya disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ini macam-macam surga dan dalilnya yang dimaksudkan:

8. Surga Darul Qarar

Surga Darul Qarar artinya tempat yang kekal. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ghafir ayat 39: 

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ 

“Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.”

9. Surga Darul Muttaqin

Surga Darul Muttaqin adalah surga sebagai hadiah bagi orang-orang yang bertakwa pada Allah SWT dengan menjauhkan dirinya dari perbuatan antara lain syirik dan munafik. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat an-Nahl ayat 30: 

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۚ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ 

“Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.”

10. Surga Al-Husna

Surga Al-Husna adalah surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa semasa hidupnya di dunia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 26:

 لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

11. Surga Darul Muqomah

Surga Darul Muqomah adalah tempat yang kekal dan abadi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Fatir ayat 35:

الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ

“Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu.”

12. Surga Al-Maqoom Al-Amin

Surga Al-Maqoom Al-Amin adalah tempat yang aman sehingga setiap orang yang ada di dalamnya terhindar dari kemalangan dan segala macam marabahaya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat ad-Dukhan ayat 51: 

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman.”

13. Surga Maq’adi Sidqi

Surga Maq’adi Sidqi adalah tempat yang sangat disenangi Allah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Qomar ayat 55:

فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ 

“Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.”

14. Surga Darul Hayawan

Surga Darul Hayawan adalah tempat tinggal kehidupan yang kekal di mana tidak ada kematian lagi yang akan dialami oleh penghuninya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Ankabut ayat 64:

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.”

15. Surga Al-Ghurfah

Surga Al-Ghurfah adalah tempat hunian tertinggi di surga dan penghuninya orang-orang yang memiliki banyak pahala sabarnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Furqan ayat 75: 

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا

“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.”

Nama-Nama Neraka dan Penghuninya yang Disebutkan di Dalam Al-Quran

Neraka adalah alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan. Neraka adalah kebalikan dari surga.

Neraka merupakan tempat hukuman bagi muslim yang memiliki amal buruk lebih berat daripada amal baik. Neraka dihadirkan untuk menghukum orang-orang yang durhaka, yakni orang-orang kafir, musyrik, fasik, munafik, dan sejenisnya.

Nama-nama neraka terdapat di dalam Al-Quran, dan memiliki tujuh tingkatan. Di antara nama-nama dan tingkatan neraka yaitu neraka Jahannam, Lazha, Hutamah, Sa’ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah. Setiap nama dan tingkatan neraka ini memiliki jenis siksaan yang berbeda-beda.

Neraka Jahannam

Neraka Jahannam adalah satu di antara nama-nama neraka yang mungkin susah sering terdengar. Neraka Jahannam merupakan tingkatan pertama atau tingkatan teratas neraka. Neraka satu ini dikhususkan untuk manusia yang suka melakukan dosa besar dan tidak pernah bertaubat kepada Allah SWT.

Diriwayatkan setelah menyebutkan para penghuni enam tingkatan neraka paling bawah, malaikat Jibril terdiam. Ditanya oleh Nabi saw., “Mengapa engkau tidak bercerita kepadaku tentang para penghuni pintu ketujuh (Jahanam)?” Malaikat menjawab, “Wahai Muhammad, jangan kau tanya aku tentangnya.”

Namun, Nabi saw. terus mendesak, akhirnya Jibril mau buka jawaban, “Pintu itu dihuni oleh para pelaku dosa besar dari kalangan umatmu. Mereka meninggal dan tak sempat bertaubat.”

Neraka Sa’ir

Nama-nama neraka berikutnya yaitu neraka Sa’ir, yang disebutkan dalam surat Al-Mulk sebagai seburuk-buruknya tempat kembali. Setiap kali para penghuninya dilemparkan, para penjaga neraka itu bertanya, “Apakah belum pernah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab, “Benar ada, namun kami mendustakannya.” Akhirnya, terucaplah penyesalan mereka, “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan piringatan itu, niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka Sa‘ir yang menyala-nyala ini.”

Berdasarkan informasi Surat al-Mulk ini, diketahui bahwa di antara calon penghuni neraka ini adalah mereka yang mendustakan pemberi peringatan. Ditambahkan dalam surat yang lain, calon penghuni neraka ini adalah orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan para pengikut setan yang jahat.

Hal ini diperkuat oleh surat Al-Fathir, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka Sa’ir (yang menyala-nyala), yakni orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras,” (Q.S. al-Fathir [35]: 6-7).

Neraka Hutamah

Neraka Hutamah dapat kamu temukan dalam surat Al-Humazah, yang artinya:

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,” (Q.S. al-Humazah [104]: 4-8).

Sebagai salah satu nama-nama neraka, neraka Hutamah akan ditempati oleh orang-orang yang pengumpat, pencela, dan gila harta. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Humazah ayat sebelumnya, yang artinya:

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat (al-humazah) lagi pencela (al-lumazah), yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,” (Q.S. al-Humazah [104]: 1-3).

Jadi, berdasarkan ayat di atas, calon penghuni neraka Hutamah adalah orang-orang yang suka mengumpat atau gibah, orang yang suka mengadu domba atau namimah, dan orang yang terpedaya dengan harta kekayaannya.

Neraka Lazha

Kata lazha sendiri berarti ‘menyala-nyala’. Hal ini sejalan dengan yang diinformasi dalam dalam Surat al-Lail, “Maka kami memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala,” (Q.S. al-Lail [92]: 14). Lanjutan Surat ini menyampaikan, “Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman),” (Q.S. al-Lail [92]: 15-16).

Jadi neraka Lazha merupakan nama-nama neraka yang diperuntukkan bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari keimanan atau berpaling dari ketaatan kepada Allah, serta malah mengikuti setan. Artinya, siapa pun yang mendustakan Al-Quran dan berpaling dari keimanan, mereka diancam dengan siksaan yang pedih dalam neraka Lazha.

Neraka Saqar

Neraka Saqar merupakam tempat bagi orang-orang yang tidak shalat, tidak menyantuni orang miskin, orang yang suka membicarakan yang batil, dan orang yang mendustakan hari Pembalasan.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan Al-Quran,

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari Pembalasan,” (Q.S. Muddatsir [74]: 42-46).

Tak hanya itu, neraka Saqar adalah salah satu nama-nama neraka yang akan menjadi tempat kembalinya orang-orang yang berdosa dan sesat, seperti yang terdapat dalam surat Qamar yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), ‘Rasakanlah sentuhan api neraka Saqar!’” (QS. al-Qamar: 47-48)

Neraka Jahim

Neraka Jahim merupakan salah satu nama-nama neraka yang akan dihuni oleh orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT, (Q.S. [5]: 10). Dalam ayat lain, neraka ini dijanjikan untuk orang-orang yang sesat, “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat,” (Q.S. Syu‘ara [26]: 91).

Maksud orang-orang sesat di sini yaitu orang-orang kafir dari kalangan bani Adam yang tersesat dari jalan petunjuk, sehingga mereka menyembah selain Allah SWT. Para pendusta calon penghuni neraka Jahim dijelaskan dalam surah al-Muthaffifin,

“Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu,” Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka Jahim,” (Q.S. al-Muthaffifin [83]: 10-16).

Neraka Hawiyah

Disebutkan dalam banyak riwayat bahwa neraka Hawiyah adalah tingkatan neraka yang paling bawah. Sebagai salah satu nama-nama neraka, neraka Hawiyah merupakan termpat bagi orang-orang munafik. Orang munafik sendiri adalah orang-orang yang ikrar beriman, beramal seperti orang-orang yang beriman, namun hatinya adalah hati orang-orang yang kufur.

Ada pula riwayat yang menyebutkan, pada suatu ketika Nabi saw. bertanya tentang para penduduk setiap tingkatan neraka.

Malaikat Jibril menjawab, “Pintu paling bawah disebut dengan Hawiyah. Ia dihuni oleh orang-orang munafik, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka,” (Q.S. al-Nisa’ [4]: 145).

Pintu kedua disebut dengan Jahim. Ia dihuni oleh orang-orang musyrik. Pintu ketiga disebut dengan pintu Saqar. Ia dihuni oleh orang-orang murtad. Pintu keempat disebut dengan Lazha. Ia dihuni oleh iblis dan para pengikutnya dari kaum Majusi. Pintu kelima disebut dengan Hutamah. Ia dihuni oleh kaum Yahudi. Pintu keenam disebut dengan Sa‘ir. Ia dihuni oleh kaum Nasrani.”

Setelah itu, malaikat Jibril diam. Ditanya oleh Nabi saw., “Mengapa engkau tidak bercerita kepadaku tentang para penghuni pintu ketujuh?” Malaikat menjawab, “Wahai Muhammad, jangan kau tanya aku tentangnya.” Namun, Nabi terus mendesak.

Akhirnya Jibril mau buka jawaban, “Pintu itu dihuni oleh para pelaku dosa besar dari dari kalangan umatmu. Mereka meninggal, dan tak sempat bertaubat.”

Back to top button
-->