News

Pembinaan Guru dan Pegawai MAN 4 Sleman Upaya Optimalkan Kinerja

            Sleman (MAN 4 Sleman) – Bekerja sebagai guru aparatur sipil negara (ASN) memiliki tanggung jawab, mengikuti tata aturan kepegawaian yang berlaku.  Fitrahnya sebagai manusia banyak kekurangan memerlukan pembinaan.  “Melalui pembinaan ini diharapkan guru pegawai mampu meningkatkan kinerja untuk kemajuan madrasah.  Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh meski dilaksanakan pada jam rawan.  Kita laksanakan amanah orang tua dan wali murid sebaik mungkin,” pesan Mohamad Yusuf,S.Ag.M.Pd kepala madrasah saat mengantarkan acara pembinaan guru pegawai serta pengukuhan satgas madrasah ramah anak dan tim pelakksana moderasi beragam Senin (18/7/2022).

Ada dua hal penting yang harus dipahami guru dan pegawai, yakni kepatuhan terhadap regulasi dan peningkatan prestasi.  “Segala upaya harus terus dilakukan untuk mewujudkan madrasah berprestasi, karena Allah tak akan merubah nasib suatu kaum kalua umat itu tak berupaya untuk merubahnya,” kata Drs. H. Suharto kepala seksi Pendidikan madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman di hadapan guru dan pegawai.  Mantan kepala MAN 1 Yogyakarta dan MAN 3 Sleman itu menukil beberapa ayat Al-Qurán.   Sebagai ASN (1) Adz Dzariat 56, manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, (2) sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya (At-Tin 4),  (3) Manusia sebagai kholifah di muka bumi al-Baqoroh 30  (4), Ahli syukur An-Nahl 78).  “Tanah bumi dan air adalah untuk anak cucu kita, maka kita memmpunyai tanggung jawab merawat sebaik-baiknya demi anak cucu.”   Kita sebagai sebagai ASN memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai PP nomor 94 tahun 2021 revisi PP no 53/2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil,  PP nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS, kepres nomor 68. 

 “Jadilah orang seperti lebah, yang memiliki sifat-sifat baik, melihat hal-hal yang baik, berada dan pindah ke tempat yang baik, membawa hal yang baik,” tegas Suharto yang juga menukil peran Guru menurut UU no 20/2003 tentang sistem pendidian nasional, UU nomor 14/2005 tentang guru dan dosen, PP no 74/2008 tentang guru dan beberapa aturan kebijakan lainnya.    “Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 52 ayat (1) kewajiban guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih  peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok,” tegasnya.  Guru profesional adalah guru yang selalu focus pada pekerjaan utamanya, tegasnya.                 Sementara Drs. H. Tulus Dumadi,MA  kepala Sub Bagian Tata Usaha.  Tulus mengingatkan apa yang dicanangkan oleh Gus Menteri Agama.  “Kepemimpinan saya ibarat kereta api, saya lokomotifnya, kereta tidak berhenti sampai tujuan, kereta tepat waktu, yang lambat ditinggal, yang menghalangi dilindas, maka ASN Kemenag harus berubah terus maju, dan harus satu barisan,” papar Tulus menukil pernyatan Gus Menteri.  “Semua satuan kerja di Kementerian Agama harus WBK & WBM, mengedepankan moderasi beragama, persaudaran rumah bersama dengan kebersamaan. Kepercayaan dari masyarakat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dibutuhkan kebersamaan kekompakan, semua memiliki peran,” tegas Tulus Dumadi.   Civitas akademik MAN 4 Sleman harus bisa menunjukkan menjadi madrasah luar biasa, berkomitmen meningkatkan kinerja, menjaganya, siapapun pemimpinnya, siapapun kepala madrasahnya, semua mendorong menuju tujuan dengan sebaik-baiknya, pesannya.  Setiap madrasah harus mencanangkan 5 prestasi, yakni prestasi institusi, prestasi kepala madrasah, prestasi guru, prestasi pegawai dan prestasi siswa-siswinya.  (eds)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back to top button