News

Pentingnya Membangun Sinergitas Dalam Implemantasi Madrasah Ramah Anak

         Sleman – Kepala MAN 4 Sleman, Drs. Ahmad Arif Makruf,M.A.,M.Si didampingi wakil kepala madrasah bidang Kesiswaan Drs. Edy Suparyanto,M.A. menghadiri Reorientasi Iplementasi Madrasah Ramah Anak (MRA).  Kegiatan berlangsung di Aula III Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.  Hal penting yang dibahas adalah pentingnya membangun sinergitas implementasi Madrasah Ramah Anak (MRA).  Berikut rangkuman materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut.

           Dalam proses pembelajaran tidak dipungkiri terjadi permasalahan seperti murid dengan energi berlebih, yang kemudian sering dikatakan kenakalan remaja.  Semua permasalahan harus ditangani, dan diselesaikan dengan baik dan bijak, melibatkan berbagai pihak seperti orang tua / wali murid, wali kelas.  

         Setiap sekolah harus memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani berbagai permasalahan, harus sudah disosialisasikan dan disepakati bersama.  “Itulah pentingnya memiliki SOP dalam menangani berbagai permasalahan agar tidak berkelanjutan di kemudian hari,” papar Tulus Dumadi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Dikmad) Jum’at (16/5/2025), saat menyampaikan materi pada Pendampingan Implementasi Madrasah Ramah Anak untuk jenjang RA, MI, MTs dan MA negeri dan swasta. 

            Dengan adanya SOP serta penanganan yang baik dengan melibatkan berbagai pihak terkait, permasalahan bisa diselesakan, anak bisa belajar dengan aman dan nyaman, tegas Tulus.  Semua untuk mewujudkan madrasah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman, juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, imbuhnya.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari, Kamis-Jumat (15-16/5/2025) di Aula lantai 3 kantor setempat, diikuti para kepala se-Kabupaten Sleman.  Kegiatan pada Jumat (16/5/2025) siang ini menghadirkan beberapa narasumber, yakni Kasi Dikmad Tulus Dumadi, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Ida Uswatun Khasanah, dan Pengawas Madrasah Nur Wahyudin Aziz dan Tri Wahyuni, serta pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman.

Dalam kesempatan yang sama Ida memaparkan tentang bagaimana penerapan madrasah ramah anak di kelas.  “Hal ini tentu bertujuan agar proses belajar mengajar di kelas dapat lebih kondusif, dan tidak ada anak yang memiliki karakter suka mem-bully,” tegasnya.

Sebelumnya, Nur Wahyudin Al-Aziz menggambarkan betapa pentingnya para orang tua memiliki karakter ngayomi.  “Terlepas dari banyaknya masalah yang dihadapi, selaku orang tua harus mampu memberikan kenyamanan khususnya bagi anak-anaknya,” ujar Azis. Sementara tugas guru di sekolah/madrasah adalah mendidik, sehingga guru juga harus memiliki karakter ngayomi dengan ketulusan hati, tegasnya. 

               Di akhir kegiatan, Huda Al Amna selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kab Sleman berkesempatan menyampaikan program sinergitas antara madrasah dan KPU dalam wujud sosialisasi yang dilakukan saat upacara, dengan menjadi pembina upacara, P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan Pemilihan Ketua OSIS (pemilos).   “Kami siap untuk diajak kerja sama dengan sekolah dan madrasah sebagai bagian dari pengenalan Pendidikan politik bagi para pelajar.  Sehingga kelak partisipasi pelajar dalam pemilu cukup signifikan,” pungkas Huda. (eds)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->