Siswa MAN 4 Sleman Outing Class Kunjungi Industri Es Krim

Sleman (MAN 4 Sleman) – Sejarah Es krim (ice cream) pertama kali diperkenalkan oleh penjajah Belanda. Namun pada zaman penjajahan dulu masyarakat tidak berhasil membuat es krim mengikuti resep yang dibawa Belanda karena mahalnya harga dan terbatasnya akses susu. “Alhasil, masyarakat meracik resep sendiri dengan bahan baku santan sebagai pengganti susu. Resep tersebut kemudian dikenal sebagai es puter atau es dhong-dhong,” papar Maylida saat memandu 48 siswa-siswi MAN 4 Sleman yang mengunjungi Pabrik es krim Aice Senin (21/4/2025) di komplek industry Ngoro-oro Jl. Apel No.28, Mergelo, Wates, Kec. Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur.
Sejarah es krim sangat terkait dengan teknologi pendinginan dari zaman ke zaman, lanjut Maylia, dan dapat terbagi menjadi 5 tahap.
Tahap pertama, membekukan makanan dengan mencampurnya dengan salju atau bongkahan es. Tahap kedua, penemuan bahwa melarutkan garam dalam air menghasilkan pembekuan. Tahap ketiga, penemuan dan penyebaran pengetahuan bahwa pencampuran garam dan salju atau es dapat mempercepat pembekuan. Tahap keempat, penemuan alat pembuatan es krim pada abad ke-19.
Dan tahap kelima, perkembangan pembekuan secara mekanis pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

“Teknologi telah merubah pembuatan es krim. Abad 20, proses pendinginan yang murah, meledaknya produksi merek-merek secara masal, dan diperkenalkannya es krim terbaru jenis soft serve, menjadikan es krim sebagai camilan paling popular di musim panas,” imbuh Maylida.
Aice Group Holdings Pte Ltd. adalah sebuah perusahaan yang terdaftar di Singapura. Aice Group memasuki pasar Indonesia pada tahun 2014, fokus bergerak di bidang produsen es krim dengan merek “Aice”. Fokus utama Aice adalah menghadirkan es krim yang mengedepankan inovasi, kualitas, enak serta menyebarkan gaya hidup sehat dan trendi untuk menjadikan hari lebih indah, untuk mencapai mimpi menjadi “Merek Es Krim Terpopuler di Asia Tenggara”
Saat ini, Aice sudah memiliki 3 pabrik, PT Alpen Food Industry yang berlokasi di Cikarang, PT Aice Ice Cream Jatim Industry yang berlokasi di Mojokerto, dan PT Aice Sumatera Industry yang berlokasi di Medan Sumatera Utara. Semua produk Aice sudah bersertifikat halal, tegas Mbak May begitu ia biasa dipanggil.
Para siswa antusias berkeliling Perusahaan Aice, melihat semua proses produksi, yang diakhiri dengan makan es krim gratis sepuasnya.
“Asik pokoknya, nambah wawasan tentang pembuatan es krim. Oo ya, kita bisa menikmati es krim gratis sepuasnya, namun gak boleh bawa pulang,” kata Aya Rediana Putri salah satu peserta kunjungan. (eds)



