News

Khidmat Upacara Peringatan 14 Tahun Disyahkannya UU Keistimewaan DIY di MAN 4 Sleman

Jogja Istimewa, Masyarakat Sejahtera

Sleman – MAN 4 Sleman menggelar upacara Peringatan 14 tahun disyahkannya Undang-Undang (UU) Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (31/8/2026) di halaman madrasah. Kegiatan berlangsung khidmat, dengan Pembina Upacara Wakil kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras), Suranta. Upacara diikuti seluruh murid kelas X, XI, dan XII, guru dan karyawan, serta mahasiswa Praktek Kependidikan (PK) UNY. Dalam upacara tersebut, seluruh peserta mengenakan pakaian adat Jawa, namun ada beberapa yang mengenakan baju batik.

Dalam amanatnya, Suranta menyampaikan pentingnya 14 tahun disyahkannya UU Keistimewaan DIY. Kegiatan tersebut sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa bangga, mencintai, dan menghargai budaya Jawa. Pengesahan tersebut wujud pemberian landasan hukum yang kuat dan jelas atas status istimewa yang telah dijalani Yogyakarta.

Tak kalah pentingnya, peran DIY dalam perjaungan kemerdekaan Republik Indonesia. UU Keistimewaan DIY secara resmi mengakui dan menghormati peran historis Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman, terutama atas keputusan keduanya bergabung dengan NKRI. UU ini secara spesifik memberikan kewenangan tambahan (urusan keistimewaan) di lima bidang, yaitu tata cara pengisian jabatan gubernur, kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang. Tujuan akhir semua pengaturan ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat DIY dalam kerangka NKRI

Suranta terkesan dan menyampaikan sebagian besar siswa telah mengenakan pakaian adat Jawa, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang belum lengkap karena beberapa alasan. Ia berharap, ke depan seluruh siswa dapat lebih lengkap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan serta memahami nilai-nilai kearifan di dalamnya. “Kita harus bangga mengenakan busana Jawa, semakin mencintai serta melestarikan budaya Jawa yang adhiluhung,” tegasnya.

Sebagai warga madrasah, seluruh civitas akademik juga harus menaati peraturan-peraturan madrasah. Suranta berharap siswa kelas X dapat segera beradaptasi dengan lingkungan madrasah, meski berasal dari berbagai SMP dan MTs, dan dapat belajar dengan sungguh-sungguh.

Sementara itu, kepada siswa kelas XI yang telah berada di MAN 4 Sleman selama kurang lebih satu tahun, Suranto berpesan agar mereka semakin memahami dan menaati peraturan yang berlaku di sekolah. Sedangkan kepada siswa kelas XII yang tidak lama lagi akan menyelesaikan studi, dihaarapkan nantinya membawa kesan dan pesan yang positif. Setelah lulus, para siswa diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai dengan cita-cita masing-masing.

Selain kedisiplinan, Suranto mengingatkan seluruh siswa untuk menjaga fasilitas madrasah, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Fitria Sari, siswa kelas X F, mengatakan bahwa suasana upacara terasa seru, nyaman, tertib, dan khidmat. Ia berharap pelaksanaan upacara berikutnya dapat berlangsung lebih tertib dan disiplin. Untuk Yogyakarta, Ia berharap agar Yogyakarta semakin maju dan berjaya.

Sementara itu, salah satu petugas upacara Rani, siswa kelas XII E, mengungkapkan bahwa persiapan sebagai petugas upacara dilakukan selama 3 hari latihan. Ia bersyukur dapat menjalankan tugas dengan baik.

Peringatan 14 tahun disyahkannya UU Keistimewaan DIY di MAN 4 Sleman tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh warga madrasah untuk lebih mengenal dan menghargai budaya Jawa, meningkatkan kedisiplinan, menjaga lingkungan, serta menaati peraturan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa dapat terus menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, serta turut menjaga budaya Yogyakarta. (din)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->