News

Dua Siswi MAN 4 Sleman Ikuti Worksop Penulisan Essay Kesejarahan

Sleman (MAN 4 Sleman) – Dua siswi MAN Sleman mandapat undangan khusus untuk mengikuti Worksop Penulisan Essay Kesejarahan.  Kedau siswi tersebut adalahDyah Apriyanti dan Sabila Zahroul Jannah dengan didampingi Edy Suparyanto selaku wakil kepala madrasah urusn kesiswaan.  “Pengalaman menarik, materi yang disampaikan bisa memperkaya pengetahuan untuk menulis dan menyempurnakan essay kesejarahan.  Kami berdua sangat antusias dan senang,” kata Dyah Apriyant di sela acara.

Sleman memiliki banyak peninggalan sejarah seperti situs bekas pabrik gula, rel kereta api, candi, hingga para tokoh pejuang kemerdekaan.  Kekayaan Sejarah yang bernilai tinggi itu harus digali dan ditulis untuk pendokumentasian kekayaan budaya.  Dokumen bisa berupa essay kesejarahan yang enak dibaca khalayak.  Agar tulisan essay berkualitas maka diperlukan workshop penulisan essay kesejarahan bagi para peserta siswa SMA/SMK/MA.  “Workshop ini memberikan dasar-dasar penulisan ilmiah, dan pasti bermanfaat saat adik-adik kuliah.  Kami berharap selesai acara ini segera memperbaiki essay yang sudah dikumpulkan,” tegas Anas Mubakir SS. Kepala Seksi Sejarah dan Permuseuman Kunda Kabudayan Sleman saat membuka secara resmi workshopPenulisan Essay Kesejarahan Senin (25/9) di Joglo Winata, Puri Mataram Resto, Tridadi Sleman. Workshop juga bertujuan meningkatkan minat siswa untuk mempelajari Sejarah.   

Peserta terdiri dari siswa-siswi SMA/MA/SMK se-Kabupaten Sleman, khususnya yang sudah mengirimkan naskah lomba penulisan essay kesejarahan.  Peserta yang sudah megirimkan naskah kemudian diundang untuk mengikuti workshop penulisan essay kesejarahan.  Setelah workshop, seluruh peseta wajib melakukan perbaikan penulisan essay mulai 1 – 8 Oktober 2023.  Hasil penulisan essay tersebut nantinya akan dinilai, dibukukan dan diterbitkan. 

Workshop diselenggarakan selama dua hari Senin – Selasa (25-26/9/2023) dengan menghadirkan nara sumber kompeten.  Salah satu nara sumber Hasto Sutadi, dari SKH Kedaulatan Rakyat, memaparkan penulisan kesejarahan dari aspek jurnalistik.   “Tulisan selain berisi 5 w + 1 H juga dilengkapi hasil reportase dasar serta news analysis yang berdasarkan data.  Tantangan dalam menulis essay kesejarahan adalah menggali informasi,” papar Hasto.  Penulis harus memiliki trik dengan pendekatan humanis saat melakukan wawancara dengan naras umber untuk mendapatkan data.  Peserta antusias mengikuti acara dengan mengajukan pertanyaan dengan suasana dialogis untuk memahami materi.

Sementara Kuncoro Hadi, S.S., M.Hum,  dosen Ilmu Sejarah, FIS, UNY yang menyajikan materi tadisi lisan dalam penulisan kesejarahan.   Moral ethic dalam penulisan tradisi lisan harus dijunjung tinggi.  “Berempatilah kepada nara sumber saat melakukan wawancara, dengarkan dengan serius, empati dan simpati untuk menggali informasi, tetap obyektif dalam menulis berdasar data yang diperoleh,” papar Kuncoro.  Tradisi lisan dapat dijadikan sumber penulisan dan data pembanding di samping perlunya data tektual, tegasnya. Nara sumber ketiga Indra Fibiona,S.S.,M.AP dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X DIY dan Jawa Tengah.  Indra menyampaikan materi metode Sejarah dan Pemajuan Kebudayaan.   Dari paparan tersebut, para peserta workshop dapat memanfaatkan sumber-sumber primer digital untuk penulisan, seperti Het Geheugen, geheugen. delpher di mana para peserta bisa mendapatkan arsip-arsip kesejarahan baik teks maupun foto-foto lawas.  Indra juga menyampaikan tip & trick cepat dalam menulis serta mengenalkan aplikasi untuk mengubah suara menjadi teks. 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back to top button