News

Lancar Penilaian Pendahuluan PMZI di MAN 4 Sleman

Bersih Melayani

Sleman (MAN 4 Sleman) – MAN 4 Sleman (MANESA) merupakan Sekolah Menengah Atas yang berciri Islam di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlokasi di lereng Gunung Merapi di Pojok, Harjobinangun, kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.  MANESA merupakan madrasah berbasis Asrama, Keterampilan, dan Riset dengan akreditasi A, berkomitmen ikut mendukung dan berperan aktif dalam program reformasi birokrasi dengan membangun zona integritas sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 582 Tahun 2017 untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Dalam pembangunan ZI di MAN 4 Sleman mengacu pada tujuan terwujudnya 6 area perubahan reformasi birokrasi yaitu manajemen perubahan, penguatan tata laksana, manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan pelayanan publik  serta menerapkan nilai-nilai budaya kerja Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yang terdiri dari integritas, inovasi, profesional, keteladanan dan tanggung jawab,” papar Mohamad Yusuf,S.Ag.,M.Pd kepala MANESA saat penilaian ZI dari Jakarta secara zoom Rabu (26/1/2022)

MANESA berusaha memberikan pelayanan publik yang berorientasi pada mutu. Dengan berprinsip pada pelayanan KEREN birokrasi BEKEN. Pelayanan KEREN yakni pelayanan Kilat, Efektif, Ramah, Efisien, transparaN.  Serta birokrasi BEKEN yakni BEbas dari Korupsi dan bErsih melayaNi, tegas Yusuf.  Ia paparkan program suksesnya pembangunan ZI.  Ibnu dari Tim penilai ZI Jakarta memberikan berbagai masukan untuk perbaikan di antaranya pembentukan Tim ZI perlu diperlihatkan  tim internal madrasah, alur pemilihan.  Juga belum disebutkan program 5 tahunan dan target tahunan.  Ibnu juga menemukan beberapa evident yang kurang sesuai, misalnya dalam presensi 30-an orang namun dalam foto memperlihatkan sedikit orang.  Pemberian reward & punishment belum terunggah, meski sudah dilaksanakan.  “Banyaknya aduan bukan berarti buruk  pelayanan, tetapi semakin banyak aduan yang ditindaklanjuti akan bernilai lebih.  Perangkat aduan jangan hanya bersifat konvensional seperti dengan kotak saran, tetapi harus dilakukan melalui berbagai aplikasi yang mudah di-akses,” lanjutnya.

Semua aplikasi aduan dan layanan sudah ada terintegrasi dengan web MANESA seperti aplikasi Salak (Sistem Aduan Lapor Kasus), Simpel Lion untuk pelayanan legalisir on line dan lainnya.  “Perlu adanya foto-foto saat pelayanan, bukan foto PTSP saja.  Foto saat memberikan pelayanan sangat diperlukan,” tegasnya.  Pengungkit pelayanan public pun menjelaskan berbagai layanan, video, foto-foto dan kelengkapan lain yang disampaikan oleh Drs Jendra Puji Susanta dengan dukungan seluruh tim.  Semua masukan dan kekurangan dicatat untuk ditindaklanjuti guna kesempurnaan ZI.  Penilaian berlangsung sekitar 1 jam 15 menit dan lancar, Mohamad Yusuf mengapresiasi kinerja tim ZI  dengan pencapaian selama ini.  (eds)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button