NewsNews

Saka Kalpataru Sleman Bekali Peserta Kemah MAN 4 Sleman Menjadi Agent of Change

Sleman (MAN 4 Sleman) – Hari kedua Perkemahan Siswa MAN 4 Sleman di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Turi, Sleman, Selasa (23/6/2026) pagi, diisi dengan materi bertajuk “Pramuka Agent of Change dan Membentuk Jiwa Tangguh lewat Pengabdian dan Alam” yang disampaikan oleh Riski Mario Pamungkas dari Saka Kalpataru Sleman dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami peran penting Pramuka sebagai agent of change atau agen perubahan yang mampu menjadi pelopor, penggerak, sekaligus pembimbing dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurut Riski Mario Pamungkas, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dimulai dari diri sendiri.

Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti perubahan iklim, pencemaran air dan udara, kerusakan habitat satwa liar, hingga meningkatnya timbunan sampah, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Generasi muda, khususnya anggota Pramuka, memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak perubahan melalui aksi-aksi sederhana namun berkelanjutan.

“Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” ungkap Riski saat menyampaikan materi kepada peserta kemah.

Selain membahas isu lingkungan, peserta juga memperoleh pembekalan tentang tata kelola kebersihan tenda selama berkemah. Mereka diajarkan pentingnya menjaga kebersihan area tenda, memilah sampah sesuai jenisnya, menghemat penggunaan air dan listrik, serta mengelola sisa makanan agar tidak mengundang hewan liar.

Materi semakin menarik ketika narasumber menjelaskan tata letak tenda yang ideal, mulai dari penempatan area memasak, penyimpanan perlengkapan, hingga pengaturan ruang dalam tenda agar tetap bersih, aman, dan nyaman untuk dihuni. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai mitigasi cuaca ekstrem serta penerapan prinsip Leave No Trace, yaitu meninggalkan lokasi perkemahan tanpa menyisakan sampah maupun kerusakan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkemah, tetapi juga memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menjaga lingkungan. Nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan gotong royong yang ditanamkan selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.(dzl)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->