MAN 4 Sleman Gerakkan Semua Elemen dalam “Masjuda”, Wujudkan Madrasah Bersih Berkarakter
Manesa Bersih - Indah - Nyaman - Surga untuk Belajar & Bekerja

Sleman – Suasana MAN 4 Sleman tampak berbeda pada Jumat pagi (31/07/2026). Tidak ada yang duduk santai di kelas atau ruang guru. Seluruh civitas akademika—mulai dari siswa, guru, hingga staf pegawai—kompak turun ke lapangan mengenakan pakaian kerja. Mereka bukan sedang gotong royong biasa, melainkan menggelar aksi Masjuda (Manesa Bersih Jumat Krida), sebuah gerakan rutin yang kini menjadi ikon kebersihan madrasah berbasis karakter.
Kegiatan yang berlangsung serentak ini bukan sekadar bersih-bersih. Lebih dari itu, Masjuda adalah laboratorium hidup untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan. Dengan pembagian zona yang merata, setiap sudut madrasah—dari halaman depan, lorong kelas, taman, hingga area belakang—disapu, dipungut sampahnya, dan dirapikan bersama-sama. Kolaborasi antara siswa, guru, dan pegawai dalam satu waktu terlihat begitu cair, mencerminkan bahwa urusan kebersihan adalah tanggung jawab kolektif, bukan sekadar tugas petugas kebersihan.
“Kami tidak ingin kebersihan hanya sekadar program seremonial,” tegas Musfirah, M.Pd, Ketua Tim Adiwiyata MAN 4 Sleman, di sela-sela aksi. “Sebagai madrasah yang telah menyandang predikat Adiwiyata, kami punya kewajiban moral untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Harapan kami, gerakan ini bukan hanya membuat madrasah bersih, tetapi juga membentuk kebiasaan siswa untuk selalu peduli pada lingkungan, di mana pun mereka berada—baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat.”
Yang membuat Masjuda kali ini istimewa adalah sistem pembagian yang merata. Tidak ada sekat antara guru dan murid. Kepala madrasah pun terlihat ikut memungut sampah organik di taman. Pola ini dinilai strategis karena memberikan teladan langsung. Ketika siswa melihat gurunya turun tangan membersihkan selokan, pesan tentang kepemimpinan dan tanggung jawab sosial tertanam tanpa perlu kata-kata.
Kepala MAN 4 Sleman, Drs. Ahmad Arif Makruf, M.A., M.Si., yang turun langsung memantau dan ikut serta dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap semangat luar biasa yang ditunjukkan seluruh warga madrasah.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan kekompakan ini. Masjuda bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi cerminan budaya madrasah yang kita bangun bersama. Saya melihat sendiri antusiasme anak-anak, guru, dan pegawai bahu-membahu membersihkan lingkungan. Itu adalah pemandangan yang mengharukan sekaligus membanggakan,” ujarnya dengan penuh haru.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pak Arif itu menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan peka terhadap lingkungan.
“Kebersihan adalah bagian dari iman. Melalui Masjuda, kita tanamkan bahwa menjaga lingkungan adalah ibadah dan tanggung jawab moral. Saya berharap kebiasaan baik ini terus berlanjut dan menginspirasi madrasah lain. Jangan sampai bersih hanya ketika ada lomba atau penilaian. Jadikanlah bersih sebagai gaya hidup, karena dari lingkungan yang bersih lahirlah pikiran yang jernih dan prestasi yang gemilang,” pesannya dengan tegas.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi yang terjalin antara siswa, guru, dan pegawai dalam Masjuda merupakan modal sosial yang sangat berharga. “Ketika semua elemen bergerak bersama, madrasah ini bukan hanya bersih secara fisik, tetapi juga kaya akan nilai gotong royong dan kepedulian. Itulah esensi pendidikan karakter yang sesungguhnya.”
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari pimpinan, MAN 4 Sleman optimis tidak hanya meraih penghargaan lingkungan, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter “bersih hati, bersih tindakan, dan bersih lingkungan.” Masjuda pun ditargetkan menjadi agenda rutin yang terus dievaluasi, membuktikan bahwa madrasah hijau adalah madrasah yang hidup. (eds)




