News

MAN 4 Sleman Langitkan Doa untuk Keselamatan Bangsa

Ikhtiar Rohani Bebas Pandemi

 Sleman (MAN 4 Sleman) – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menunjukkan penambahan. Pandemi covid-19 berkembang sangat cepat karena varian baru. Berbagai ikhtiar lahiriah dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan tenaga medis guna mengakhiri pandemi ini. Presiden Joko Widodo memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat level 4 sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Menteri Agama RI mengeluarkan Surat Edaran  Menteri Agama RI No. 20 Tahun 2021 tentang penerapan Protokol Kesehatan 5 M dan pembatasan kegiatan peribadatan pada masa PPKM level 3 dan level 4 serta PPKM Mikro.

MAN 4 Sleman sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama juga berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat dengan turut serta mensosialisaikan SE Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2021 tersebut.  Tidak hanya ikhtiar lahiriah saja melainkan juga secara batiniah juga dilakukan. Melangitkan Doa untuk keselamatan bangsa dilakukan oleh MAN 4 Sleman pada Sabtu, 31 Juli 2021 pukul 09.00 hingga11.00.  Kegiatan dengan tema “Dari MANESA untuk Keselamatan Bangsa” berlangsung dari Studio MANESA CINEMA secara online diikuti oleh seluruh guru dan pegawai melalui zoom meeting. Hadir dalam zoom, DR. H. Masmin Afif, M.Ag, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Kasi Dikmad Kemenag Sleman, Drs. H. Suharto, Drs. H Muh. Qomarudin, M.Pd.I Pengawas Madrasah, H. Tuyahmin, S.Ag Ketua Komite MAN 4 Sleman,. Seluruh siswa dan orang tua/wali siswa juga ikut dalam doa bersama melalui channel youtube.

Mohammad Yusuf, S.Ag, Kepala MAN 4 Sleman, dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya doa bersama ini adalah madrasah yang dipimpinnya turut andil mewujudkan Indonesia sehat bebas dari Covid-19.  “Berbagai ikhtiar lahir dan batin kita lakukan, secara lahir kita selalu mengajak seluruh guru, pegawai, siswa, orang tua atau wali siswa dan masyarkat luas untuk patuh prokes 5M, memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, membatasi interaksi dan menjauhi kerumunan.  Sedangkan ikhtiar batin kita lakukan doa bersama. Doa adalah intinya ibadah” jelasnya.

Sementara itu, Drs. H. Suharto Kasi Dikmad Kemenag Sleman, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini, “Covid nyata adanya dan covid itu berbahaya. Doa perwujudan kita sebagai makhluk yang lemah, maka kita tidak patut bersombong. Pengakuan kita bahwa Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Pengabul Doa,” tuturnya. “Melangitkan doa namun kaki tetap berpijak pada bumi. Upaya lahir yang pasti kita harus meningkatkan imun tubuh dan juga vaksin. Vaksinasi adalah salah satu cara membendung Covid-19,” tutupnya

DR.H. Masmin Afif, M.Ag, Kepala Kanwil Kemenag DIY, mengawali sambutan dengan memperkenalkan Tagline ‘Mempesona’ yakni membangun moderasi, profesionalitas, normative dan akuntabel. “Seluruh ASN Kementerian Agama harus mendukung terwujudnya kerukunan umat beragama. Tidak boleh ada PNS atau ASN yang terpapar aliran radikal,” tandasnya. Di hadapan seluruh peserta zoom dan youtube, Kakanwil Masmin Afif juga menyampaikan prinsip kerja KOPI yang memiliki arti Kerja Keras, Optimis, Pantang menyerah, dan Integritas. “Kita harus berprestasi karena kerja kita dilihat masyarakat walaupun system kerja saat ini WFH,” sambungnya.  “Kita optimis mensosialisasikan SE Menteri Agama RI No. 20 dan 21 Tahun 2021. Pantang meyerah, menjadi pelopor kerja dari rumah, ibadah dan berdoa dari rumah serta semangat mewujudkan perubahan,” pungkasnya.

Hadir memimpin doa, K.H. Mohammad Halimi, S.Pd.I. Lantunan doa menggema dari studio dan di rumah-rumah seluruh guru, pegawai, siswa dan orang tua / wali siswa, mengetuk pintu langit, memohon ridho Alloh SWT untuk keselamatan seluruh bangsa Indonesia. (Tutut)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button