News

MAN 4 Sleman Petakan Potensi Siswa dan Pendampingan

Mengenal Potensi Diri Agar Terarah

          Sleman (MAN 4 Sleman) – Masa pandemi dengan belajar di rumah bisa menyebabkan galau hingga kurang terarah dalam melangkah.  Padahal setiap siswa memiliki potensi untuk berkembang, namun bila belum mengetahui dan belum menyadari bisa salah langkah.  Maka sangat perlu mengenali potensi diri dengan pemetaan atau mapping serta pendampingan.  “Dimulai dengan koordinasi para wali kelas dengan Guru Bimbingan dan Konseling (BK)  dengan pemandu dari coach Rochim MA dari RMA Institute.  Kemudian dilakukan kelompok per peminatan / jurusan kelas.  Masing-masing juga diampu oleh coach Rochim untuk pendampingan,” jelas Dwi Astuti Handayani,S.Pd wakil kepala madrasah urusan (wakaur) kesiswaan Jum’at (22/01/2021) secara virtual.  Semua dilakukan secara virtual mengingat masih masa pandemi, jelasnya.

“Ini adalah program madrasah sebagai ikhtiar madrasah dalam menemukan potensi diri pada setiap siswa.  Mereka mempunyai potensi kecerdasan, bakat talenta, passion, gaya belajar, karakter, kesadaran diri, visi hidup dan penjurusan studi lanjut, siswa agar lebih terarah, optimal saat pembelajaran terutama di masa pandemi covid ini,” lanjut Dwi.  Kelas pendampingan atau coaching ini akan bersinergi dengan masing-masing orang tua agar lebih maksimal.  Kelas ini akan diampu rutin oleh Coach Rochiem MA, tegasnya.  Coach Rochiem masuk dalam setiap grup dengan opening dan melakukan pendataan dengan memberikan  link google form beserta teknisnya.

Group yang dibentuk sebagai group pendampingan/coaching rutin berkelanjutan.  Hasil mapping atau pemetaan akan dikoordinasikan dengan wakaur kesiswaan dan wali kelas untuk penanganan langkah berikutnya.   Coach mulai masuk kelas kepribadian siswa secara rutin tiap pekan dengan jadwal.  Penjadwalan diupayakan tak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) daring, tegas Dwi.  Pendampingan akan terus dilakukan kepada siswa berdasar hasil mapping dengan group orang tua.  Harapannya dengan langkah ini, siswa dapat mengenali dan mengembangkan potensi diri, passion hingga cara belajar maupun cita-citanya. Sementara orang tua mengetahui potensi gaya belajar dan passion anaknya sehingga dapat memperlakukan anak secara tepat, pungkasnya.  (eds)

Tetap Sehat dan Semangat #LawanCovid-19 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button