News

Menjadi Remaja Optimis untuk Meraih Masa Depan Sukses

Sleman – Setiap orang pasti ingin meraih sukses masa depan.  Kesuksesan tidak datang tiba-tiba, tetapi melalui proses Panjang.  “Saya bisa meraih juara 1 kompetisi catur Sleman karena ada tiga hal yakni, fokus, teliti, dan dengan proses Panjang.  Saya mempersiapkan diri sejak dua tahun yang lalu,” kata Putri Handayani Tri Rahayu siswa kelas XII E peserta achievement motivation training (AMT) yang diwawancarai oleh nara sumber.  Putri juga terinspirasi tokoh idolanya yakni, Nabi Muhammad, BJ Habibie dan orang tuanya. 

“Itulah kunci meraih sukses, fokus dengan tujuan, teliti, mengikuti proses, dan memiliki tokoh idola yang menginspirasi,” kata Ahmad Dwi Nur Khalim, M.Pd di depan 194 siswa-siswi MAN 4 Sleman Rabu (8/10/2025) di aula setempat.  Setiap orang pasti juga ingin meraih sukses masa depan, tanpa mengabaikan orang tua.  Namun, penelitian menunjukkan 90 % orang mau meraih sukses dan mau menjadi kebanggaan orang tua, namun hanya 10 % benar-benar siap untuk meraihnya.  “Maka jadilah yang 10 % itu, benar-benar siap meraih sukses,” tegas Dwi Nur Khalim.

Dwi Nur Khalim  menyampaikan data survey Tempo bulan Mei 2025, di mana Indonesia adalah negara dengan pengangguran tertinggi.  Data menunjukkan bahwa 728 juta orang  menganggur dan mayoritas adalah orang muda.  Remaja harus mempu mengenali diri dan instropeksi diri.

Dwi mengutarakan saat ini para remaja banyak yang mengidap penyakit “mudah”, yakni mudah panik, menyebabkan mereka mudah galau, mudah marah yang mengakibatkan mereka menjadi pembenci, mudah jenuh, yang menyebabkan mereka mager (malas bergerak), dan mudah menyerah, mengakibatkan adanya penyesalan.

“Remaja generasi Gen-Z harus memahami keadaan ini dengan harapan mampu mengatasinya.  Remaja harus mandiri tidak banyak bergantung pada orang tua,” tegasnya.  Menyikapi hal itu, remaja harus optimis dengan fokus pada peluang dan kesempatan.  Optomis dengan mensyukuri apa yang dimiliki, percaya bahwa kesempatan selalu ada, dan menghadapi berbagai masalah dengan sikap positif, selalu ingin belajar, dan selalu ingin lebih baik, imbuhnya. 

Penting pula untuk menuliskan apa yang dicita-citakan, apa yang ditulis akan menjadi motivasi untuk meraihnya hingga menjadi kenyataan.  “Ketika kita disepelekan, diremehkan oleh orang, hadapi, dan sikapi dengan positif, percaya diri akan sukses.  Optimis akan naik, dan pesimis akan menurun bahkan hilang,” tambahnya

“Hindari pula zona negatif  seperti dendam, benci, cemas, marah, keluh kesah, dan insecure. Masuklah ke Zona optimis yang bebas hambatan menuju keberuntungan, dengan percaya diri, Syukur, sabar, fokus, tenang, dan Bahagia,” tegasnya.

Dwi membuat rumus D1 + D2 + D3 = D4, yakni D1 Discovery (penemuan), D2 Design (rancang), D3 Doing (melakukan) dan D4 Destiny (Nasib).   “Tanpa discovery kita bingung arah, tanpa design kita tidak punya rencana, tanpa doing kita tidak akan bergerak, dan tanpa semua itu, destiny tidak akan tercapai,” pesannya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)

Berita ini diambil dari :
https://mediacenter.slemankab.go.id/2025/10/08/menjadi-remaja-optimis-untuk-meraih-masa-depan-sukses/

Show More

Related Articles

Back to top button
-->