Semangat 10 Murid MAN 4 Sleman Ikuti FLS3N Tingkat Kabupaten Sleman
Semangat Meraih Prestasi dan Prestise

Sleman – Sebanyak 10 murid MAN 4 Sleman penuh semangat dan antusias mengiuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sleman. Berbagai persiapan hingga property mereka siapkan untuk tampil sungguh-sungguh dan antusias. “Anak-anak berupaya tampil prima dan optimal. Mereka sangat antusias dalam mengikuti FLS3N tingkat kabupaten ini, ujarNira Intan Sari,M.Pd salah satu pendamping. Adapun kontingen dari MAN 4 Sleman terdiri dari Adinda Amelia, Alkhdan Hafidh Putra, Aira Maharani, Dafa Hari Wijaya, Nevlin Rasio Vandanu, Muhammad Nabil bin Aris Sudin, Khaula Tafrika Azama, Arifah Khansa Putri Janneta, Aqmal Hafidh Saputra, dan Afra Naufal Akbar.
FLS3N diikuti oleh 573 murid SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sleman, dengan penuh semangat dan totalitas. FLS3N diselenggarakan oleh Balai Pendidikan Menengah, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, bertempat di SMK Penerbangan Kompleks Lanud Adisutjipto, Jalan Raya Janti, Karang Jambe, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan Surat Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman nomor B/400.3.8/2553/D14.5, FLS3N tahun ini mempertandingkan 16 cabang lomba, antara lain baca puisi, cipta puisi, cipta lagu, desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, menyanyi solo putra/putri, jurnalistik, kriya, komik digital, menulis cerpen, monolog, tari kreasi, film pendek, dan kreasi musik tradisional.
Peserta tampak antusias, dan optimal, serta penuh kesungguhan dalam berlaga. Hal itu terlihat dari kesiapan sebelum berlaga, aneka properti yang disiapkan, kostum yang dikenakan, hingga logistic yang mereka bawa. Saat tampil di depan dewan yuri pun semua Nampak penuh semangat dan totalitas.
Pada lomba kreasi musik tradisional, misalnya, setiap tim peserta menyiapkan perangkat gamelan yang dimainkan oleh lima murid. Mereka juga didampingi tim kreatif yang menyiapkan seperangkat gamelan dengan menggunakan truk dan mobil pick up. Para peserta monolog pun menyiapkan properti sesuai dengan materi yang dibawakan, seperti kursi, miniatur batu dengan hamparan pasir, pepohonan, dan lain-lain. Begitu pula pada lomba tari, peserta melengkapi penampilan dengan berbagai properti yang disiapkan tim pendamping.
“Kami berusaha menyiapkan segalanya sebaik mungkin. Anak-anak penuh semangat dan mendapat dukungan optimal dari sekolah,” ujar Haidar, salah satu pendamping lomba film pendek dari SMA Budi Mulia Dua Sleman. Haidar tampak sabar mendampingi dan memotivasi anak asuhnya yang mendapatkan giliran tampil paling akhir. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




