
Sleman (MAN 4 Sleman) – Pembelajaran di kelas harus dengan proses mengaktifkan para murid, di mana mereka memiliki banyak kesempatan untuk beraktivitas. Murid jangan hanya pasif menerima penjelasan atau mendengarkan keterangan dari guru, mereka harus aktif. “Para murid kami beri tugas untuk mencari contoh-contoh teks explanations dan mempresentasikan apa yang mereka temukan di depan teman-temannya. Dengan cara ini mereka akan aktif mencari dan berkewajiban presentasi,” ujar Edy Suparyanto,M.A. Guru Bahasa Inggris Jum’at (6/2/2026) di ruang kerjanya.
Memberi kesempatan untuk mencari adalah salah satu cara untuk menanamkan rasa ingin tahu (curiosity). “Ketika mereka berupaya untuk mencari, ini adalah salah satu proses belajar. Dan Ketika mereka mempresentasikan adalah cara bagaimana mereka memahami dan menyammpaikan pemahaman,” lanjut Edy. Untuk bisa mempresentasikan dengan baik, murid juga harus memahami dengan baik karena pemahaman yang baik maka presentasi pun akan semakin baik, tegasnya.
“Saat murid menyiapkan diri, baik dengan power point maupn dengan canva, mereka sedang berusaha untuk memahami, berusaha agar presentasi mereka baik dan mudah dipahami. Ini bagian dari proses belajar,” imbuh Edy. Apalagi Ketika presentasi ada sesi tanya jawab, juga bagian penting. “Murid bertanya berarti dia paham topik dan ingin tahu lebih mendalam tentang apa yang sedang dipresentasikan. demikian juga yang menjawab, ia ada usaha untuk memperdalam pemahaman. Tanya – jawab juga merupakan Upaya memperdalam pengetahuan, maka memberikan kesempatan murid untuk presentasi merupakan salah satu strategi dalam pembelajaran yang mengaktifkan murid, pungkasnya. (eds)




