News

Ramadhan Rampung Masjid Musala Jangan Sampai Suwung

Selama satu bulan penuh umat Islam dilatih mengekang hawa nafsu, tidak makan tidak minum, lahiriah batiniah, menghindari perilaku negatif.  Selama satu bulan pula umat Islam memperbanyak amal, dan pahala pun dilipatgandakan.  Dengan puasa kita bersyukur karena membiasakan mengekang hawa nafsu.  Hawa nafsu bila dituruti akan selalu kurang.  Sikap dan perilaku mengendalikan hawa nafsu harus kita pertahankan sesudah Ramadhan.

Selama Ramadhan, ibarat kita menganyam setiap hari hingga terbentuk anyaman indah memesona.  Ketika kembali melakukan hal-hal buruk, meninggalkan Shalat dan meninggalkan ibadah sunnah, ibarat kita melepas anyaman indah yang sudah kita buat.

Selama Ramadhan, umat dilatih disiplin beribadah, masjid mushola penuh untuk Shalat berjamaah. Usai Ramadhan jamaah harus tetap dilanjutkan, bahkan ditingkatkan.  Jangan sampai Ramadhan Rampung masjid mushola suwung (kosong -Red).  Bahkan ada yang mengatakan, Ramadhan usai, masjid mushola harus tetap ramai.  Ya tentu dengan konteks positif, ramainya umat menunaikan perintah-perintah-Nya.

Puasa sebagai tarkiyatun nafsi, proses penyucian jiwa dan hati dari dosa dan sifat tercela.  Juga tarkiyatul amal, sebagai pendidikan dan pembinaan karakter melalui praktik keagamaan dan kegiatan beramal.  Berpuasa juga untuk kebersihan diri dengan lingkungan sekitar. Hablumminallah hablum minannaas, saling menjaga hubungan silaturahmi sesama manusia, untuk bersama mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Jalinan kemasyarakatan terus dan tetap terjalin selama Ramadhan, kebersamaan dan kekompakan dalam menunaikan ibadah seperti kajian keislaman, sholat berjamaah hingga buka puasa bersama.  Inilah kebersamaan yang begitu indah untuk terus dibina dan dilanjutkan, untuk bersama mewujudkan ukhuwah Islamiah.  Bersama mewujudkan masyarakat yang aman damai sejahtera, bersama mewujudkan Baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofuur.

Rampung Ramadhan kaum muslim merayakan kemenangan, Hari Raya Idul Fitri, kembali ke fitrah manusia yang suci.  Saat Idul Fitri tidak ada orang yang merasa paling benar, tak ada yang paling super tak ada yang paling pintar, semua mengakui telah berbuat salah, semua mengakui pernah melakukan kesalahan, dan semua memohon untuk dimaafkan.  Inilah momentum untuk saling introspeksi diri, momentum untuk saling memaafkan, bahwa tidak ada manusia yang sempurna.  Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, semua pernah melakukan kekhilafan, dan dalam suasana Idul Fitri sangat pas untuk saling memaafkan.  Dengan saling memaafkan, insya Allah kembali Fitri, kesucian.

Selama Ramadhan suasana dan lingkungan mendukung umat untuk beribadah.  Semua terasa ringan, semua terasa mudah, apalagi motivasi memperoleh ganjaran yang begitu melimpah.  Tak ayal bila semua umat berpacu, bersemangat menunaikan banyak amal.  Usai Ramadhan tentu suatu tantangan, untukt terus melesatarikan semangat beribadah, semangat memakmurkan masjid musholla.   Suatu tantangan bagi umat di Tengah hiruk pikup perayaan kemenangan Idul Fitri.

Ramadhan usai, semua mengungkapkan rasa Syukur, Alhamdulillah. Syukur Ramadhan usai? Syukur tidak lagi berpuasa? Bersyukur tidak lagi bangun untuk sahur?  Semoga bukan karena itu. 

Harusnya kita bersyukur sudah terbiasa bangun malam, semoga tahajud atau sholat lail tetap ditunaikan.  Bersyukur terbiasa menanti Shalat maghrib (saat takjilan), semoga tetap dapat kita jalani menanti datangnya maghrib hingga bisa berjamaah.  Juga menanti adzan sholat Isya’ maupun Subuh.  Hingga Shalat berjamaah di masjid atau di musholla bisa ditunaikan dengan rutin dengan penuh pengharapan pahala.

Bersyukur satu bulan bisa berpuasa, insyaAllah kita akan terbiasa puasa sunnah seperti Puasa Senin – Kamis.  Bersyukur kita terbiasa tadarus Al-Qur’an dan semoga bisa dilanjutkan di 11 bulan mendatang.  Bersyukur kita begitu terasa ringan memberikan shodaqoh, semoga dapat dilanjutkan kepedulian yang mulia ini.

Semoga madrasah Ramadhan menjadikan kita taqwa kepada Allah subhanahu wa ta’aala, menjadikan kita diberi rasa ringan, kemudahan melanjutkan amalan-amalan yang sudah dibiasakan selama satu bulan.

Semoga keberkahan senantiasa dilimpahkan Allah kepada kita, semoga ibadah kita selama Ramadhan diterima, dan kita dipertemukan lagi di tahun-tahun mendatang.  Semoga kita semua diberikan umur panjang barokah bermanfaat untuk keluarga dan kemaslahatan umat.  Apa yang disemogakan insyaAllah akan disegerakan. InsyaAllahWaullahu a’lam bishowab.

Moyudan, 2 April 2025 Hari ketiga Idul Fitri 1446 H

Show More

Related Articles

Back to top button
-->