NewsNewsPrestasi

ALGO-TABAYYUN Antarkan Tim Riset MAN 4 Sleman Masuk 30 Besar OMI RISET 2026

Sleman (MAN 4 Sleman) – Tim riset MAN 4 Sleman berhasil menjadi Finalis 30 Besar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Bidang Riset melalui penelitian “ALGO-TABAYYUN: Sistem Adaptif Profil Kesalahan untuk Melatih Verifikasi Jawaban Artificial Intelligence (AI) Siswa Madrasah.”

Riset yang dikembangkan Ammata Amalia Kamil (XI C), Reinata Nafiza Cesya (XI C), dan Khoirun Nisa Banjariyani (XI B) di bawah bimbingan Rizal Aji Nugroho ini memiliki keunggulan pada perpaduan teknologi AI dengan nilai tabayyun. ALGO-TABAYYUN dirancang untuk melatih siswa agar tidak menerima jawaban AI secara mentah, tetapi mampu memeriksa, menilai, dan memverifikasi kebenaran informasi secara kritis.

Keunikan riset ini terletak pada pendekatan sistem adaptif berbasis profil kesalahan, sehingga proses latihan verifikasi dapat disesuaikan dengan kesalahan yang dilakukan siswa. Inovasi tersebut menjadikan AI tidak hanya sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun literasi digital, berpikir kritis, dan tanggung jawab dalam menerima informasi.

Sebelumnya, proposal penelitian tersebut telah dipresentasikan oleh tim di Laboratorium Komputer Timur MAN 4 Sleman, Kamis (10/9/2026), sebagai bagian dari tahapan OMI 2026 Bidang Riset. Lolosnya tim hingga 30 besar tingkat nasional menjadi bukti bahwa gagasan riset siswa madrasah mampu mengangkat persoalan aktual sekaligus menawarkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arief Makruf, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. “Kami bangga karena murid mampu melihat perkembangan AI bukan hanya sebagai teknologi, tetapi juga sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan sikap kritis dan nilai. Ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan gagasan riset yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.” ungkapnya.

Lolosnya ALGO-TABAYYUN sebagai 30 besar OMI RISET 2026 sekaligus memperkuat komitmen MAN 4 Sleman dalam membangun budaya riset dan inovasi, serta melahirkan generasi madrasah yang mampu memanfaatkan teknologi dengan tetap berpegang pada nilai dan sikap kritis. (fif)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->