
Sleman (MAN 4 Sleman) – Suami atau istri serta anak dalam keluarga memiiki peran penting dalam mendukung pasangan berkarier di tempat kerja. Di dalam rumah tangga, harus ada jalinan, hubungan, serta komunikasi yang baik sehingga menumbuhkan keharmonisan dan kesejahteraan. “Di kantor Bapak-Ibu menjadi bawahan dari seorang pemimpin, namun di rumah tangga Bapak-ibu menjadi pemimpin untuk diri sendiri dan keluarganya. Kepemimpinan yang baik insyaallah akan menghasilkan kinerja yang baik pula,” papar Ustad Drs. Sigit Warsito,M.A. saat menyampaikan materi di Pengajian dan Majlis Ilmu bagi Guru dan Pegawai MAN 4 Sleman beserta keluarga pada Sabtu (16/5/2026) di Warung Ngesellan Kadisobo I / Pepen, Trimulyo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selama bertugas di madrasah, baik guru (pendidik) maupun pegawai (tenaga pendidik) memiliki peran penting dalam mendampingi, membimbing serta mendidik siswa-siswi. Pendidik maupun tenaga kependidikan harus maksimal menunaikan tugas, kinerja akan kinerja maksimal mendidik dan mendampingi generasi muda penerus bangsa, pesannya.
Sebagai Pendidik ataupun Tenaga Kependidikan Kementerian Agam (Kemenag) memiliki tanggung jawab besar karena asumsi di masyarakat orang Kemenag memiliki kelebihan dibanding mereka yang bekerja di departemen lain. “Maka berperanlah di masyarakat secara optimal, mengabdi di berbagai bidang kegiatan sosial kemasyarakatan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk berkiprah,” lanjutnya. Orang Kemenag harus memberikan kontribusi nyata, dan menjadi bagian penting dalam bermasyarakat.
Bagi yang purna tugas pun tak menghalangi untuk tetap berkarya dan bekerja, memberikan sumbangsih nyata di masyarakat. “Ada masa kita bekerja di kantor namun pasti ada masa pensiun. Setiap ASN mau tidak mau harus siap untuk pensiun. Berdasar NIP yang kita punya bisa dilihat kapan mulai bekerja dan kapan berakhir sehingga bila tak siap adalah suatu hal yang aneh,” tegas Ustad Sigit. Maka semua harus siap dan menyiapkan diri untuk pensiun, sementara kematian, kita tidak mengetahui kapan datangnya, dan manusia pun harus siap menghadapinya.
Masih aktif di kantor maupun sudah pensiun bedanya hanya masuk kantor dan tidak, sementara aktivitas keseharian pun tetap sama. Yakni tetap mengabdi dan aktif di masyarakat seperti gotong-royong, ronda keamanan lingkungan (kamling), serta kegiatan bersama warga lainnya. “Inilah pentingnya kita srawung dan menjadi bagian dari masyarakat. Sejak dulu ronda malam, jimpitan beras, menyiapkan kopi untuk teman ronda, semua masih saya lakukan hingga kini,” papar Ustad Sigit memberi contoh nyata dalam hidup bermasyarakat. Srawung atau banyak bergul juga memiliki peran penting, memperpanjang umur dan tetap merasa bahagia, imbuhnya.
Ia menegaskan setiap ASN maupun yang sudah memasuki purna tugas atau pensiun dari Kemenag harus tetap memiliki peran dan menebar kemaslahatan nyata bagi umat. Namun ada hal yang harus dihindari, yakni jangan sampai terlibat kasus-kasus yang berkaitan dengan keuangan dan masalah dengan teman kerja lain jenis. Maka penting bagai semua untuk menjaga integritas dan nama baik diri maupun lembaga, pungkasnya. (eds)







