
Sleman (MAN 4 Sleman) – Hari Jumat (26/6/2026) menjadi momen istimewa sekaligus padat aktivitas di MAN 4 Sleman. Bukan hanya satu, dua even besar digelar bersamaan: Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) dan pembagian rapor semester untuk kelas X dan XI. Alhasil, halaman madrasah yang biasanya tenang berubah lautan kendaraan, dipadati calon siswa, orang tua, dan wali murid yang antusias.
Namun, di balik hiruk-pikuk itu, madrasah justru menunjukkan sisi terbaiknya dalam hal pelayanan. “Kami berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi setiap tamu yang datang. Mulai dari sambutan ramah di pintu gerbang, pengaturan parkir yang tertib, layanan informasi cepat, hingga dukungan penuh untuk proses PMBM,” ujar Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Dwi Astuti Handayani, S.Pd., di sela-sela kesibukan Jumat pagi.
Yang membuat suasana makin hangat adalah keterlibatan penuh Pengurus OSIS Pratisma dan Rohis MAN 4 Sleman. Mereka bukan panitia, tapi garda terdepan yang bergerak lincah membantu para tamu. Setiap hari, terjadwal 4 pengurus OSIS dan 4 pengurus Rohis dengan tugas spesifik: memandu pengisian formulir, mengarahkan calon siswa menuju ruang CBT (Computer Based Test), hingga mengantarkan berkas-berkas ke lokasi pemberkasan. Saat pembagian rapor, mereka pun cepat beradaptasi—memberi tahu lokasi kelas, membantu mengurai kepadatan kendaraan, hingga sigap mendampingi petugas parkir, Ibnu Sunarya.
Salah satu siswa pengurus OSIS tampak berseri-seri meski sibuk. “Kami jalani semua dengan ikhlas. Ini untuk kelancaran adik-adik baru dan orang tua mereka. Lagipula, pengalaman seperti ini sangat berharga buat kami,” ujarnya dengan riang, di sela-sela melayani calon murid yang tampak canggung di hari pertamanya.
Apresiasi tinggi pun datang dari Wakabid Kesiswaan, Nuke Koesri, S.H. Nuke menilai kegiatan ini bukan sekadar tugas, melainkan laboratorium kehidupan nyata. “Saya sangat bangga melihat pengurus OSIS dan Rohis yang bergerak dengan tulus. Ini bukan hanya tentang acara sukses, tapi juga tentang belajar menjadi pemimpin, melatih manajemen, dan mengaplikasikan ilmu organisasi yang kelak sangat berguna di masyarakat,” tegasnya penuh makna.
Dengan padu padan antara profesionalisme guru dan semangat sukarela siswa, MAN 4 Sleman tak hanya membagikan rapor dan menerima siswa baru—mereka juga membagikan kesan pertama yang sulit dilupakan. Layanan prima bukan sekadar slogan, tapi benar-benar terwujud di sini. (eds)







