
Sleman(MAN 4 Sleman)–Suasana Masjid An-Najah lantai 2 terasa khidmat usai salat Dzuhur, Rabu, 25 Februari 2026. Dalam rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan, Rafa Najda Ali, siswa kelas XI F, menyampaikan kultum bertema “Puasa di Era Scroll Tanpa Henti: Menjaga Hati di Tengah Notifikasi.”
Dalam kultumnya, Rafa mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perbuatan. Ia mengutip hadis riwayat Imam al-Bukhari tentang pentingnya meninggalkan perkataan dusta, serta mengingatkan tujuan puasa sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa.
Rafa juga menyoroti tantangan generasi saat ini: godaan notifikasi dan kebiasaan scrolling yang sering menghabiskan waktu. Mengutip Surah Al-Isra’ ayat 36, ia menegaskan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban.
Ia mengajak teman-temannya untuk melakukan “puasa hati dan puasa jempol” — menahan iri, menghindari komentar negatif, serta lebih bijak menggunakan gawai. Ramadan, menurutnya, adalah momentum untuk menata kembali prioritas dan membersihkan hati.
Kultum singkat tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus digital, menjaga hati adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa. (dzl)



