
Sleman(MAN 4 Sleman)–Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa begitu kental di Aula Masjid An-Najah lantai 1, Kamis, 26 Februari 2026. Ratusan siswa MAN 4 Sleman duduk berjejer rapi menanti detik-detik azan magrib dalam kegiatan buka bersama yang menjadi bagian dari rangkaian Pesantren Ramadan tahun ini.
Sejak sore hari, para siswa telah berkumpul dengan wajah ceria. Canda ringan dan obrolan penuh keakraban mengalir tanpa sekat kelas maupun jurusan. Momen ini bukan sekadar berbuka puasa, tetapi juga ruang untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara keluarga besar madrasah.
Menjelang waktu berbuka, suasana perlahan menjadi lebih khusyuk. Beberapa siswa tampak memanjatkan doa, sementara yang lain membantu panitia mendistribusikan minuman dan makanan ringan. Saat azan magrib berkumandang, para siswa segera membatalkan puasa dengan takjil berupa minuman dan makanan ringan. Raut syukur terlihat jelas setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Usai berbuka ringan, seluruh siswa melaksanakan shalat magrib berjamaah. Saf-saf tersusun rapi, menghadirkan pemandangan yang menyejukkan hati. Kebersamaan dalam ibadah semakin menguatkan nilai spiritual yang menjadi ruh dari Pesantren Ramadan.
Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Hidangan utama dinikmati dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Tawa kecil dan percakapan santai kembali terdengar, menambah semarak malam Ramadan di lingkungan MAN 4 Sleman.

Kepala MAN 4 Sleman, Drs. Ahmad Makruf, M.A., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut.
“Buka bersama ini bukan hanya tentang makan setelah berpuasa, tetapi tentang membangun karakter, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat persaudaraan di antara para siswa. Inilah nilai penting dari Pesantren Ramadan yang ingin kita tanamkan,” tuturnya.
Arif juga berharap semangat kebersamaan dan kedisiplinan dalam beribadah selama Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Dengan kebersamaan yang terbangun, Ramadan di MAN 4 Sleman tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga penguat karakter dan persaudaraan.(dzl)



