News

MAN 4 Gelar Uji Publik Kurikulum

Siap Memasuki Tahun Ajaran Baru

 

Sleman (MAN 4 Sleman) – Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ibarat tongkat atau panduan untuk melaksanakan kegiatan di madrasah untuk satu tahun kedepan.  Oleh karena itu penyiapannya harus dilakukan secara serius.  “Secara konten, ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni adanya program ketrampilan.  MAN 4 Sleman telah memfokuskan diri sebagai madrasah ketrampilan.  Untuk peminatan ditambah dengan ketrampilan, nantinya ada peminatan MIPA dan IPS dengan ketrampilan dan MIPA-IPS murni tanpa ketrampilan,” terang Hj. Anita Isdarmini,S.Pd,M.Hum kepala seksi (Kasi) Kurikulum dan Kesiswaan Kantor kementerian Agama DIY saat Uji Publik Kurikulum di damping Mohamad Yusuf,S.Ag kepala MAN 4 Sleman Rabu (8/7/2020) di ruang pertemmuan madrasah setempat.

Sementara peminatan keagamaan lebih difokuskan pada Tahfidzul Qur’an.  Anita menegaskan bahwa jumlah pendaftar atau peminat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya mengalami fluktuatif.  Madrasah mengalami banyak tantangan, salah satunya adalah banyaknya kompetetitor.  “Diperlukan kreativitas kesungguhan serta kerja keras seluruh warga untuk mewujudkan madrasah hebat bermartabat.  Penting membuat  branding madrasah untuk menarik minat masyarakat,” lanjutnya.

Peneriamaan Peserta Didik baru (PPDB) menjadi tanggung jawab bersama, kekurangan murid dialami beberapa madrasah, namun untuk langkah-lngkah kedepan harus dipersiapkan agar lebih banyak peminat.   “Kuatkan dan satukan komitmen dengan branding MAN 4 Sleman sebagai madrasah ketrampilan.  Branding yang kuat akan menguatkan institusi.  Gali potensi, buat sesuatu yang berbeda, buat komitmen dan gerak bersama untuk kesuksesan madrasah,” tutur tegas Anita.  Tetap semangat yakin berdoa berjuang bekerja inten terus menerus.  Untuk Tim pengembang jangan lupa membaca dan mendalami KMA 184, salah satu isinya adalah  bahwa muatan kurikulum ketrampilan itu 57 jam.

Adanya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tunggal dengan angka rendah berdampak pada penerimaan SNMPTN dan PTKIN.  “Kalua diberikan KKM tunggal dan rendah maka jumlah lulusan yang diterima lebih sedikit.  Mohon di-review ulang KKM tunggal yang diberlakukan,” pintanya.  Hal yang tak kalah penting perlunya mengimplementasikan moderasi beragama dalam setiap pembelajaran.  Termasuk pula perlu kesiapan kurikulum darurat, tatap muka, daring atau luring, yang semuanya betul-betul implementatif.

Uji publik dihadiri seluruh warga madrasah, dengan menghadirkan Kasi Kurikulum dan Kesiswaaan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Hadir pula selaku pembahas dari perguruan tinggi, Andriastuti Suratman,SE,MM dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Indonesia (UII), Drs. H. Komarudin,M.Pd.I Pengawas Kementerian Agama Sleman, H. Tuyahmin,S.Ag Ketua Komite Madrasah, perwakilan orang tua dan dua siswa.  (eds)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button