News

Siswa MAN 4 Sleman Produksi Film Djogdjakarta Sang Penjaga Republik

Sleman (MAN 4 Sleman) – Untuk sukses di era transformasi teknologi informasi, diperlukan kemampuan berkolaborasi, kerja sama dan membangun jaringan, network. “Dan hal itu dibuktikan siswa-siswi MAN 4 Sleman saat memproduksi film Djogdjakarta Sang Penjaga Republik yang makan waktu 3 bulan. Memproduksi film sebagai sarana belajar, bersyiar serta berkarya karena film memiliki nilai ekonomis tak terduga, selalu meningkat,” papar Drs H Suharto kepala Seksi pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman saat memberikan sambutan pra pemutaran film Djogdjakarta Sang Penjaga Republik Senin (12/12/2022) di Gedung Sinema Universitas Amikom Yogyakarta. Suharto mengapresiasi para siswa karena berani berkarya dalam bentuk film nuansa kepahlawanan dan perjuangan.

“Penayangan film karya siswa madrasah aliyah ini pertama dan satu-satunya di Indonesia, karena di-review oleh juri internasional dan sutradara profesional. Selamat untuk tim MAN 4 Sleman, madrasah lain akan terinspirasi,” kata Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng. selaku Humas dan Kerja Sama Hubungan Internasional. “Film ini bisa selesai karena kerja sama seluruh tim, bukan kerja perorangan, terima kasih kepada semua pihak hingga selesai dan bisa kita saksikan bersama di ruang sinema,” papar sang sutradara Muhammad Qolbuna Shofwan siswa kelas XII Program Keagamaan (PK).

Pemutaran film Djogjakarta Sang Penjaga Republik dihadiri perwakilan dari Kunda Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Sleman, Panti Asih Yakkum Pakem, Balai Latihan Kerja (BLK) Sleman, alumni, siswa SMA Budi Mulia, Bank Syariah Indonesia (BSI) Sleman, Pengurus Komite madrasah, Siti Nikandaru Khairina dari Keraton, media partner, hingga orang tua siswa pemeran film. Penayangan terbagi dua sesi, pagi jam 09.00 – 12.00 dan siang jam 12.20 – 13.30 di raung sinema berkapasitas 250 seat.

Suatu kehormatan karena Djogdjakarta Sang Penunggu Republik mendapat review dari Ariyanto Yuniawan, Sutradara film animasi the Battle of Surabaya. Ariyanto adalah insan film, sering menjadi juri film nasional dan internasional, telah mendapatkan lebih dari 41 awards internasional. Ariyanto mengapresiasi film karya siswa MAN 4 Sleman ini. Ia menegaskan tugas sutradara cukup berat yakni menyampaikan penceritaan atau story telling. “Di Pundak sutradara film itu bisa bagus atau tidak, kru mengikuti arahan sutradara yang bertanggunjawab penceritaan, sebagai dalang seperti dalam wayang atau sutradhalang. Sutradara harus mengerti semua aspek perfilman, tidak harus semuanya tetapi camera, setting, lokasi, dan acting semua di pundak sutradara,” beber Ariyanto. Sementara produser, lanjutnya, bertanggungjawab mendukung pengelolaan, sutradara dan SDM serta pendanaan.

Sutradara juga bertanggungjawab mengoreksi naskah dan dialog agar sesuai dengan penceritaan. Dalam sebuah film, ada unsur subyektivitas dari sutradara. Ia juga menjelaskan tentang cinematic experience, teknik seperti lighting, art director dan hal-hal teknis dalam produksi film. Ia juga menjelaskan sinematografi secara teknik dan secara psikologi. “Ini pengalaman menarik dan sangat bermanfaat, kami bisa belajar langsung dari sutradara profesional,” tutur Ivan panggilan akrab Muhammad Qolbuna Shofwan sang sutradara. Review ini bisa dijadikan evaluasi bagi seluruh crew. Para pemain dan pendukung film juga berkesempatan menonton film animaasi the Battle of Surabaya. (eds)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button