News

Terobosan Baru MAN 4 Sleman Lakukan Revitalisasi

Sleman (MAN 4 Sleman) – Untuk mewujudkan madrasah keterampilan diperlukan banyak persiapan dan kesiapan.  Bukan hanya karena memiliki program prakarya yang hanya 2 jam perminggu lantas mengajukan menjadi madrasah plus ketrampilan.  “Untuk program ketrampilan dalam struktur kurikulum dengan alokasi minimal 6 jam tatap muka setiap minggunya.  Alokasi tersebut masuk pada jurusan yang menerapkan ketrampilan sehingaa tercantum dalam struktur kurikulum.  Untuk beban jam dalam kurikulum menjadi 57 jam dengan pengaturan system block.  Penerapan plus ketrampilan harus dipahami dan didukung semua warga madrasah dengan minimal satu ruang ketrampilan dengan peralatan memadai,” papar Anita Isdarmini,S.Pd,M.Hum Kasi kurikulum dan Kesiswaan Dikmad Kemenag DIY saat kunjungan evaluasi serta memberikan pembinaan terkait rencana MAN 4 Sleman (MANESA) yang mengajukan diri sebagai madrasah penyelenggara ketrampilan Senin (2/3/2020) di ruang pertemuan.  Turut hadir Ahmad Fauzi,S.Ag,MSI kasi Dikmad Kemenag Sleman.

Kesepamahaman seluruh warga madrasah penting agar tidak terjadi permasalahan misal saat dilaksanakannya praktek.   Saat magang atau praktek secara otomatis siswa berada di luar madrasah dampaknya ada guru yang tidak mengajar.  Di sisi lain mereka yang berada di luar itu pun harus mengikuti dan sukses ujian. “Siswa MAN 2 Kulon Progo (MANDAKU) misalnya, praktek magang 3 bulan berada di tempat industri.  Selama itu siswa tidak berada di madrasah, namun kesiapan ujian tetap kita berikan.  Hasil ujian pun tidak mengecewakan.  Hal seperti itu juga perlu kesepahaman,” lanjut mantan kamad MANDAKU.  Dukungan anggaran pelaksanaan harus ada.  Pengaturan jadwal harus dengan sistem block agar pelaksanaannya efektif.   Kalau jadwal disusun seperti biasa, bisa terjadi baru dua jam mulai sudah bell ganti mata pelajaran, hal ini seperti ini tidak efektif sehingga harus dihindari.  Itulah pentingnya pengaturan jam dengan system block.

MANESA pernah menyelenggarakan ketrampilan, peralatannya pun masih ada di gudang.  Maka upaya mengajukan ini disebut revitalisasi madrasah penyelenggara ketrampilan, lanjut Anita.  “Proposal harus berbunyi revitalisasi MAN Ketrampilan. Artinya ketrampilan itu pernah ada dan akan dilahirkan kembali dengan pengelolaan yang optimal.  Lay out proposal harus dirancang sedemikian menarik,” tegasnya. Siapkan tempat dan anggaran, termasuk juga analisis Strength kekuatan Weakness kelemahan, Opportunies kesempatan dan threat ancaman (SWOT).  Perlu disajikan persentase lulusan yang studi lanjut atau bekerja serta background ekonomi orang tua.  Acara dipandu Ihsan Sanusi,S.Ag kepala tata usaha yang baru dengan didampingi Mohamad Yusuf,S.Ag kepala Manesa, dihadiri para wakil kepala madrasah, guru-guru mata pelajaran ketrampilan – prakarya. (eds)

https://diy.kemenag.go.id/5263-terobosan-baru-man-4-sleman-lakukan-revitalisasi.html

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button