News

Tingkatkan Kompetensi Pedagogik, Guru MAN 4 Sleman Praktik Metode Pembelajaran Abad 21

Sleman (MAN 4 Sleman) – Salah satu kompetensi guru yang tercantum dalam undang – undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8 adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik guru meliputi 3 (tiga) aspek, yakni perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran (penilaian hasil belajar siswa).

MAN 4 Sleman, madrasah yang berkomitmen meningkatkan kompetensi guru melalui giat Menyapa Rabu Pagi (MERAPI) Rabu (12/10/2022), kembali menggelar workshop Simulasi Metode Pembelajaran Abad 21. Bersama narasumber, Dra, Ida Uswatun Hasanah, M.Pd, Pengawas Madrasah Kemenag Sleman, guru melakukan praktik metode pembelajaran. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari MERAPI sebelumnya, di mana guru mendalami sintak model pembelajaran abad 21.

Dalam kegiatan lanjutan ini, diharapkan guru mampu mempraktikan variasi metode pembelajaran berbasis kecakapan abad 21 dan HOTS. “Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) adalah soal yang membutuhkan kemampuan analisis tinggi untuk menjawabnya,” terang Ida.  “HOTS merupakan bagian dari ranah kognitif yang ada dalam Taksonomi Bloom yang dimulai dari tingkat C4 sampai dengan C6 yakni menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan Mencipta (C6),” lanjutnya.  

Dalam kegiatan tersebut, guru mempraktikkan 2 (dua) metode pembelajaran yakni video comment dan poster comment dan walk gallery. Strategy yang diterapkan adalah kooperatif dan kolaboratif learning. Seluruh guru terpantau aktif dan sangat antusias mengikuti kegiatan yang sangat inspiratif tersebut. Salah satu guru sejarah, Yuliyanto, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut sangat luar biasa karena kegiatan itu menjadi pembelajaran bagi guru.

“Guru mendapatkan pengetahuan baru tentang metode-metode pembelajaran. Asyiknya dalam kegiatan itu bukan hanya teori saja tetapi kita diminta untuk langsung praktik. Dengan cara tersebut, ilmu yang didapat langsung bisa diterapkan secara nyata dalam kegiatan guru ketika mengajar di dalam kelas,” ucap Yuliyanto penuh semangat. “Kegiatan ini sangat bagus dan positif sekali, model dan metode yang diterapkan sangat menunjukkan ciri guru abad 21. Ke depannya, kegiatan ini untuk dapat dikembangkan lagi mengarah ke Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (ROOP)-nya, supaya guru terbimbing secara intensif bagaimana penyusunan RPP termasuk sintak pembelajarannya menjadi lebih jelas dan paham,” harapannya mengakhiri testimoni kegiatan yang baru saja dilaksanakan. (Tutut)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button