ArticleNews

5 Etika Hubungi Seseorang Lewat WhatsApp, Jangan Sepelekan

Aktivitas mengirim pesan instan melalui WhatsApp memang sangat mudah dan menyenangkan. Selain menghemat tenaga dan waktu, ternyata juga lebih simple dan fleksibel. Meski begitu, tidak semua orang bisa dengan mudah menerima dan memahami pesan WhatsApp secara baik, lho.

Perlu adanya aturan dan etika yang perlu diterapkan dalam mengirim pesan. Salah satunya saat sedang memanfaatkan fitur di aplikasi WhatsApp. Karena jika etika ini tidak diterapkan, bisa saja dengan mudah menimbulkan permasalahan. Sebelum itu terjadi, yuk, terapkan kelima tips berikut!

1. Awali pesan dengan salam dan tujuan yang jelas

Mengawali pesan dengan orang baru memang harus memperhatikan segala hal. Termasuk dalam membuka awalan pesan. Kamu harus menyampaikan pesan dengan pengantar yang baik. Jangan sampai kamu mengirim pesan langsung berisi maksud dan tujuan.

Pengantar yang dimaksudkan adalah salam dan perkenalan diri jika baru pertama kali. Mungkin saja nomer kamu masih asing, jadinya hal ini sangat diperlukan. Sebagai first impression, kamu juga wajib mengawali salam dengan baik. Misalnya saja menyapa namanya, atau ucapan baik lainnya.

2. Mengakhiri pesan dengan ucapan terima kasih

Jika tujuanmu sudah selesai dan menerima jawaban yang tepat, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Jangan sampai kamu hanya mengirim emotikon jempol atau bahkan membacanya saja tanpa membalas. Tentu di sini akan mencerminkan pribadi kamu yang baik ataupun tidak.

Meskipun secara virtual, namun bisa saja orang lain merasa kurang nyaman. Membiarkan pesan berakhir begitu saja tanpa ucapan terima kasih, seolah mencerminkan kalau kamu orang yang tidak peduli. Hal ini membutuhkan kebiasaan dan juga spontanitas yang perlu dilakukan. Maka dari itu, kamu perlu mempelajari nya.

3. Usahakan mengirim pesan di waktu yang tepat

Mengirim pesan di waktu sibuk, tentu akan berbeda dengan waktu istirahat maupun senggang. Jangan mengirim pesan terlalu malam, dan juga terlalu pagi. Kamu harus memperhatikan juga jam aktif orang yang ingin kamu hubungi. Terlalu sembarangan mengirim pesan di waktu yang salah, hanya akan membuat pesanmu terabaikan.

Fitur WhatsApp sendiri sudah menyediakan tampilan terakhir dilihat. Di sana, kamu bisa memanfaatkannya. Kamu juga bisa bertanya ke orang terdekat, maupun yang sudah pernah menghubungi orang tersebut jika ada. Kalau dirasa urusannya cukup darurat dan mendadak, mungkin kamu bisa menelponnya beberapa kali supaya yang kamu hubungi bisa segera aktif.

4. Hindari mengirim pesan yang sama berulangkali

Kalau kamu mengharapkan pesan dengan cepat direspon, jangan mengirimkannya berulangkali. Apalagi jika terus menerus menelponnya tanpa jeda. Ini akan menggambarkan kalau kamu orang yang tidak sabar. Sesekali kamu boleh menelponnya, tetapi jangan terlalu banyak sampai terkesan spam.

Tunggulah beberapa saat, sampai nanti ada waktunya kamu mengirimkan pesan sekali lagi dengan ketikan yang berbeda. Ini jauh lebih efektif daripada mengulang pesan yang sama secara beruntun. Tenangkan diri lebih dahulu, jangan terburu oleh waktu. Kamu bisa menyiapkan ketikan pesan lagi beberapa waktu lagi nantinya.

5. Jangan mengawali pesan dengan kalimat singkat dan membingungkan

Banyak orang yang sekarang ini lebih mengikuti trend daripada etika. Mungkin masih banyak yang mengirim pesan hanya dengan emotikon, atau sekadar satu huruf. Padahal, ini sama sekali tidak baik jika diteruskan. Awali sebaik mungkin, namun tetap memperhatikan siapa yang akan membaca pesan tersebut.

Sangat disarankan mengucapkan sapaan daripada ketikan singkat yang membingungkan. Mayoritas orang akan merasa risih dan enggan membalas pesanmu yang tidak jelas. Maka dari itu, kamu perlu berusaha untuk memperjelas maksud dan tujuan yang kamu harapkan.

Sekalipun WhatsApp adalah aplikasi mengirim pesan instan yang mudah digunakan. Namun, jangan lupa bahwa etika juga sangat diutamakan. Jangan sampai tujuanmu menghubungi seseorang menjadi tidak nyaman dan tidak kunjung mendapatkan balasan. Yuk, mulai perhatikan segala hal dari hal sederhana!

Penulis: Moch Abdul Aziz

Moch Abdul Aziz, kelahiran 18 September di Bojonegoro, Jawa Timur. Founder Komunitas Ufuk Literasi, dan Owner Galeri Event yang juga aktif sebagai mahasiswa Matematika Semester Empat di Universitas Negeri Semarang.

https://www.idntimes.com

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button