Article

Jangan Jadi Golongan Kelima! Pesan Tajam Abu Darda’ tentang Ilmu

Jangan Jadi Golongan Kelima! Pesan Tajam Abu Darda’ tentang Ilmu

Dalam Islam, ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Para sahabat Nabi pun sering memberikan nasihat berharga agar umat Islam selalu dekat dengan ilmu. Salah satu nasihat yang sangat terkenal datang dari sahabat Nabi, Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu.

Beliau berkata:

«كُنْ عَالِمًا، أَوْ مُتَعَلِّمًا، أَوْ مُسْتَمِعًا، أَوْ مُحِبًّا، وَلَا تَكُنِ الْخَامِسَةَ فَتَهْلِكَ»

“Jadilah orang yang berilmu, atau orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan (ilmu), atau orang yang mencintai ilmu. Dan janganlah menjadi yang kelima, maka engkau akan binasa.”

Hadis ini memberikan pelajaran sederhana namun sangat dalam tentang sikap seorang Muslim terhadap ilmu. Abu Darda’ menyebutkan empat posisi yang baik yang dapat dipilih oleh setiap orang.

Pertama, menjadi orang yang berilmu (عَالِمًا).

Ini adalah orang yang memiliki pengetahuan dan mampu mengajarkannya kepada orang lain. Para ulama, guru, dan pendidik termasuk dalam golongan ini, karena mereka menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kedua, menjadi orang yang belajar (مُتَعَلِّمًا).

Tidak semua orang langsung menjadi alim. Karena itu, menjadi penuntut ilmu adalah jalan yang sangat mulia. Setiap orang yang terus belajar dengan sungguh-sungguh sedang menapaki jalan menuju kebaikan.

Ketiga, menjadi pendengar ilmu (مُسْتَمِعًا).

Mendengarkan pengajian, ceramah, atau nasihat juga termasuk bagian dari menuntut ilmu. Sikap ini menunjukkan kerendahan hati dan keinginan untuk mendapatkan kebaikan.

Keempat, menjadi orang yang mencintai ilmu (مُحِبًّا).

Jika belum mampu melakukan tiga hal di atas, setidaknya seseorang tetap mencintai ilmu, menghormati para ulama, dan mendukung kegiatan yang berkaitan dengan ilmu.

Namun Abu Darda’ memberikan peringatan yang sangat tegas: jangan menjadi golongan kelima. Yang dimaksud adalah orang yang tidak peduli pada ilmu—tidak mau belajar, tidak mau mendengar, dan bahkan tidak menyukai ilmu. Sikap seperti ini dapat membawa seseorang pada kerugian dan kesesatan.

Nasihat ini sangat relevan bagi kita semua, terutama para pelajar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seharusnya selalu berada di sekitar ilmu—baik sebagai pengajar, pelajar, pendengar, ataupun pencinta ilmu.

Karena itu, mari kita renungkan pesan Abu Darda’: apa pun posisi kita, jangan sampai kita menjadi golongan kelima yang menjauh dari ilmu.

 

Pojokharjobinangun Pakem, 09 Maret 2026

Asrama Putri Kampus II MAN 4 Sleman

Dzulhaq Nurhadi

 

Show More

Related Articles

Back to top button
-->