Mengolah Roti Pisang, Siswa MAN 4 Sleman Kuatkan Jiwa Wirausaha

Sleman(MAN 4 Sleman)–Ruang praktik Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) tampak lebih semarak pada Rabu (28/01/2026). Aroma roti yang dipanggang memenuhi ruangan ketika para siswa mengikuti praktik pembuatan roti pisang, salah satu materi pembelajaran yang dirancang tidak hanya melatih keterampilan mengolah pangan, tetapi juga menanamkan dasar-dasar kewirausahaan.
Kegiatan praktik ini dibimbing langsung oleh Umi Hidayati, S.P., guru mata pelajaran APHP. Dengan pendampingan yang runtut, siswa diarahkan mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan adonan, fermentasi, hingga proses pembentukan dan pemanggangan roti. Setiap tahapan proses dilakukan oleh seluruh siswa dalam kelompoknya, sehingga semua siswa memperoleh pengalaman langsung.
Dalam praktik tersebut, siswa belajar menimbang bahan dengan takaran yang tepat, mencampur tepung terigu, gula pasir, ragi, telur, dan air hingga menjadi adonan awal. Setelah itu, margarin dan garam ditambahkan untuk menghasilkan adonan yang kalis. Adonan kemudian ditimbang seberat kurang lebih 40 gram, dibulatkan, dan didiamkan selama 15 menit sebelum diisi.

Isian pisang dan meses cokelat menjadi daya tarik tersendiri. Selain menambah cita rasa, bagian ini juga melatih kreativitas siswa dalam mengembangkan produk olahan pangan. Setelah dibentuk sesuai selera dan melalui proses fermentasi kedua selama kurang lebih 40 menit, roti dipanggang dalam oven bersuhu 170°C selama 10–15 menit hingga matang dan berwarna keemasan.
Umi Hidayati, S.P. menjelaskan bahwa praktik ini tidak berhenti pada kegiatan produksi semata.
“Pada praktik berikutnya, setiap kelompok akan diberikan modal sebesar Rp100.000 untuk membuat produk, memasarkannya, serta menyusun laporan kegiatan. Keuntungan menjadi milik kelompok, sementara modal dikembalikan,” jelasnya.
Menurutnya, skema tersebut dirancang agar siswa memahami alur kewirausahaan secara utuh, mulai dari perencanaan usaha, proses produksi, strategi pemasaran, hingga pencatatan dan pelaporan keuangan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga pengalaman nyata mengelola usaha sederhana.

Antusiasme siswa terlihat jelas, terutama saat roti pisang telah mengembang dan matang sempurna, siap untuk dicicipi dan dikemas. Selanjutnya jika layak jual maka akan dipasarkan.
Kegiatan APHP ini membuktikan bahwa pembelajaran dapat berlangsung secara kontekstual dan bermakna, selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, dimulai dari dapur sekolah menuju peluang usaha nyata. (dzl)



