News

Pesan Untuk Alumni : Dunia Butuh Anak Hebat Bukan Anak Heboh

Semangat Meraih Prestasi Terbaik

Sleman (MAN 4 Sleman) – Lulus Madrasah Aliyah baru sepertiga perjalanan hidup manusia, perjalanan anak-anak masih panjang.  Nantinya akan belajar di perguraun tinggi, atau mmasuki dunia kerja, untuk kemudian hidup di masyarakat.  “Anak-anak harus mempunyai cita-cita tinggi.  Cita-cita tinggi menjadi penyemangat, motivasi untuk terus belajar, memiliki ilmu bermanfaat, kecakapan dan kompetensi. Ke depan diperlukan orang-orang yang memiliki kualifikasi dan kompetensi,” pesan Ketua Tim Kelembagaan Sarana Prasarana  Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama DIY, Bashori Alwi, saat memberi sambutan pada Pelepasan Murid Kelas XII MAN 4 Sleman tahun ajaran 2025/2026 di Gedung Kahar Muzakkar Univesitas Islam Indonesia Sabtu (23/5/2026).

Bashori Alwi menukil Kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Burhanuddin Az-Zarnuji. Kitab Alala.  “Ingatlah, ilmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan enam perkara, yakni kecerdasan, ketekunan atau kesungguhan, kesabaran, bekal, bimbingan seorang guru, dan waktu yang Panjang,” tegasnya.   Ia berpesan agar para murid tetap menghormati orang tua dan guru, meminta do’a kepada mereka karena doanya mustajab.  Keberhasilan murid tak lepas dari doa orang tua dan guru.  Tak kalah penting, Alwi mengingatkan sesibuk apapun para murid jangan sampai meninggalkan salat serta menjaga nama baik madrasah.

Kepada orang tua dan wali murid, Bashori mengingatkan, masa remaja adalah masa di mana perlu pemantauan, pendampingan dengan tauladan nyata dari orang tua.  “Berilah contoh yang baik dan demi kesuksesan anak, doakan, puasa pada kelahiran anak, insyaallah anak akan menjadi dambaan kita, anak-anak yang sukses dan bahagia” tegasnya.

“Jadilah orang yang dibutuhkan di manapun berada, jangan sampai menjadi trouble makers.  Jadilah orang solutif cerdas, berakhlaqul karimah, berkepribadian Indoensia.  Jadilah anak-anak sholih-sholihah sebagai investasi dunia akhirat,” pungkasnya.

Sementara Kepala MAN 4 Sleman Ahmad Arif Makruf melaporkan 192 murid dinyatakan lulus.  Lulus merupakan awal perjuangan panjang.  Putra-putri yang lulus adalah murid-murid luar biasa hebat berprestasi, meraih berbagai kejuaraan nasional hingga internasional.  Bahkan 17 murid sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri.  “Guru-guru dan tendik dengan sabar membimbing dan membina murid dalam beribadah untuk penguatan karakter Islami,” lanjutnya.  Penguatan karakter Islami bagi semua murid tersebut harus dilanjutkan bersama orang tua di rumah, imbuhnya.

“Dengan ucapan bisamillahirrahmanirrahiim, putra-putri Bapak Ibu kami kembalikan.  Mohon maaf atas segala kekurangan dalam membimbing mereka, terima kasih atas keprcayaan yang diberikan kepada kami,” ujar Arif Makruf.

Sementara penerimaan diwakili orang tua Ahmad Roihan Habibi, Dr Rabiman,M.Pd.  yang menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada guru-guru yang telah mendidik murid dengan sepenuh hati.

Rabiman berpesan kepada para murid lulus untuk tetap semangat belajar, tidak melupakan jasa guru-guru yang telah mendidik, karena guru adalah orang tua di madrasah.  Tak kalah penting pula untuk selalu menjaga silaturahim, adab, melangkah dengan penuh semangat mengejar cita-cita, namun tetap rendah hati, pungkasnya. (eds)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->