AdiwiyataNewsNews

Estafet Rawat Bumi: Seluruh Warga MAN 4 Sleman Bersiap Dukung dan Sukseskan Program Adiwiyata

Semangat Jaga Alam, Mensyukuri Nikmat Tuhan

SLEMAN (MAN 4 Sleman) – Generasi pendahulu—para orang tua, kakek-nenek, hingga buyut kita—telah sedemikian rupa merawat alam semesta beserta isinya. Berkat ketulusan dan kepedulian mereka pada masa lalu, hari ini kita masih dapat menghirup udara segar, memandangi hamparan alam hijau, serta menikmati bumi yang gemah ripah loh jinawi.

Kesadaran historis dan ekologis inilah yang kini melandasi langkah besar MAN 4 Sleman untuk bergerak serentak menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menyongsong predikat Madrasah Adiwiyata, tim pengelola menggelar sosialisasi masif guna menggalang komitmen dan aksi nyata dari seluruh warga madrasah, bertempat di Masjid An-Najah, Jumat (12/6/2026).

“Kini, tanggung jawab ada di pundak kita bersama untuk menjaga dan merawat bumi serta lingkungan madrasah ini agar tetap indah, terjaga, asri, dan nyaman untuk ditempati. Mari bersama-sama kita jaga lingkungan kita agar senantiasa indah, nyaman, dan sehat selalu,” ujar Ketua Umum Program Adiwiyata MAN 4 Sleman, Hj. Musfirah, S.Pd., M.Pd., di hadapan ratusan warga madrasah yang hadir.

Peran Strategis Siswa: Bukan Sekadar Objek, tapi Motor Penggerak

Musfirah secara khusus menggarisbawahi bahwa kesuksesan agenda besar ini sangat bergantung pada peran aktif para siswa. Mengingat mayoritas pengguna fasilitas di madrasah adalah siswa, mereka didorong untuk menjadi garda terdepan sekaligus motor penggerak utama gerakan peduli lingkungan ini.

Sebagai wujud nyata dari pelibatan aktif tersebut, madrasah telah membentuk struktur kepengurusan harian Adiwiyata khusus siswa yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Komitmen ini diperkuat melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang diisi oleh para siswa pilihan yang siap mendedikasikan diri secara total.

“Bagi para siswa yang telah terpilih masuk ke dalam struktur, laksanakan amanah ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat pengabdian. Dan yang tidak kalah penting, seluruh murid tanpa terkecuali wajib memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya di Pokja demi kesuksesan Adiwiyata kita bersama,” imbuh Musfirah menegaskan.

Sinergi Lintas Sektor melalui 7 Fokus Kelompok Kerja (Pokja)

Suksesnya Program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) ini membutuhkan kerja kolektif yang solid (sinergi) dari seluruh elemen, mulai dari guru, pegawai, hingga siswa. Guna memastikan seluruh program aksi lingkungan berjalan terukur dan sistematis, Tim Adiwiyata MAN 4 Sleman telah memetakan 7 (tujuh) Pokja utama yang wajib didukung bersama:

  1. Pokja Kebersihan, Fungsi Sanitasi, dan Drainase: Menjamin kebersihan seluruh sudut area madrasah serta memastikan saluran air berfungsi optimal.

  2. Pokja Pengelolaan Sampah: Menggalakkan pemilahan sampah dari sumbernya, mereduksi plastik sekali pakai, dan mengoptimalkan program daur ulang.

  3. Pokja Penanaman dan Pemeliharaan Pohon/Tanaman: Menghijaukan lingkungan madrasah sebagai paru-paru sekolah demi udara yang lebih sejuk dan asri.

  4. Pokja Konservasi Air: Membudayakan perilaku hemat air bersih dan pemanfaatan kembali air bekas pakai yang ramah lingkungan.

  5. Pokja Konservasi Energi: Mengedukasi perilaku bijak energi, seperti mematikan lampu, kipas angin, dan perangkat elektronik jika tidak digunakan.

  6. Pokja Inovasi Terkait Penerapan PRLH: Mengembangkan kreativitas ramah lingkungan hidup lainnya berdasarkan hasil Identifikasi Potensi dan Masalah Lingkungan Hidup (IPMLH).

  7. Pokja Kantin Sehat: Mewujudkan kantin yang menyediakan menu sehat, bergizi, higienis, serta meminimalisasi penggunaan kemasan plastik.

Tumbuhkan Karakter Cinta Lingkungan yang Berkelanjutan

Di akhir arahannya, Hj. Musfirah berharap agar momentum Adiwiyata ini tidak berhenti sebagai pemenuhan penilaian formal semata. Tujuan hakiki dari gerakan ini adalah tertanamnya nilai-nilai karakter peduli lingkungan yang melekat kuat di dalam sanubari setiap warga madrasah, di mana pun mereka berada.

“Hal yang paling krusial adalah tumbuhnya kebiasaan (habituasi) untuk peduli, cinta, dan merawat lingkungan sekitar secara konsisten. Bumi ini adalah anugerah terbesar dari Tuhan yang harus kita jaga kelestariannya untuk generasi masa depan,” pungkasnya menutup sosialisasi dengan penuh semangat. (eds)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->