
Sleman (MAN 4 Sleman) – Memasuki lingkungan sekolah baru sering kali menjadi momen yang membahagiakan sekaligus menegangkan bagi para remaja. Menyadari hal tersebut, MAN 4 Sleman membekali 180 murid baru dengan materi Mental Health for Best Future: Belajar Beradaptasi, Mengenali Diri, dan Menjaga Kesehatan Mental di Sekolah Baru dalam rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda) 2026, Selasa (14/7/2026).
Menghadirkan Maya Rindhany, S.Psi., Psikolog dan akademisi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, sesi ini berlangsung interaktif dan mengajak para peserta memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Di hadapan para murid baru, Maya mengawali materinya dengan mengajak peserta menyadari bahwa rasa cemas ketika memasuki lingkungan baru merupakan hal yang wajar.
“Saat seseorang memasuki sesuatu yang baru, seperti sekolah baru atau tempat kerja baru, biasanya muncul rasa cemas dan khawatir. Misalnya, ‘Apakah nanti saya punya teman?’, ‘Apakah pelajarannya bisa saya ikuti?’, dan berbagai pertanyaan lainnya. Itu adalah hal yang sangat manusiawi,” ungkapnya.
Menurut Maya, tantangan tersebut justru menjadi alasan mengapa setiap remaja perlu memiliki kesehatan mental yang baik agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Mengutip definisi World Health Organization (WHO), ia menjelaskan kesehatan mental merupakan kondisi ketika seseorang mampu mengenali potensi dirinya, mengatasi tekanan hidup yang wajar, bekerja secara produktif, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Maya menegaskan bahwa kesehatan fisik dan kesehatan mental merupakan dua hal yang saling melengkapi dan harus dijaga secara seimbang. “Kita menjaga kesehatan fisik dengan berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan berobat ketika sakit. Sementara kesehatan mental dijaga dengan mengelola emosi, berpikir positif, mengenali perasaan diri, dan berani mencari bantuan ketika merasa kewalahan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maya juga mengajak para murid memahami bahwa setiap emosi memiliki makna dan tidak boleh diabaikan.
“Emosi adalah respons alami terhadap suatu peristiwa. Rasa senang menunjukkan ada sesuatu yang menyenangkan. Kesedihan memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang hilang atau mengecewakan. Kemarahan muncul ketika kita merasa diperlakukan tidak adil, sedangkan kecemasan dan rasa takut hadir sebagai cara tubuh melindungi kita dari ancaman,” paparnya.
Menurutnya, kemampuan mengenali dan mengelola emosi merupakan salah satu keterampilan hidup yang sangat penting dimiliki remaja agar mampu mengambil keputusan dengan bijaksana serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Menutup sesi, Maya menyampaikan pesan yang mendapat sambutan hangat dari para peserta. Ia mengingatkan bahwa menghadapi masalah tidak harus dilakukan seorang diri.
“Ketika menghadapi banyak persoalan dan merasa kewalahan, jangan memikul semuanya sendirian. Jangan ragu untuk meminta bantuan. Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, tetapi bentuk keberanian,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak pihak yang siap menjadi tempat berbagi, mulai dari orang tua, guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, teman yang dipercaya, hingga tenaga profesional apabila diperlukan.
Melalui pembekalan kesehatan mental ini, MAN 4 Sleman berharap para murid baru mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar baru, membangun rasa percaya diri, menjaga keseimbangan emosi, serta tumbuh menjadi generasi sehat secara fisik maupun mental.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen MAN 4 Sleman dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental dan perkembangan karakter peserta didik sebagai bekal menghadapi masa depan. (eds)



