News

MAN 4 Sleman Kenalkan Organisasi Kesiswaan, Bekal Kepemimpinan dan Manajemen bagi Murid Baru

Cerdas Akademik Cerdas Sosial

Sleman (MAN 4 Sleman) – Menjadi siswa berprestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Kemampuan memimpin, bekerja sama, berkomunikasi, dan mengelola organisasi juga menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia perkuliahan maupun kehidupan bermasyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, MAN 4 Sleman memperkenalkan berbagai organisasi kesiswaan kepada murid baru dalam rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda) 2026, Rabu (15/7/2026).

Berbagai organisasi yang diperkenalkan meliputi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Dewan Ambalan (DA), Rohani Islam (Rohis), Palang Merah Remaja (PMR), serta organisasi kesiswaan lainnya yang selama ini aktif menggerakkan berbagai kegiatan di lingkungan madrasah.

Wakil Kepala MAN 4 Sleman Bidang Kesiswaan, Nuke Koesrini, S.H., menjelaskan bahwa organisasi siswa merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial peserta didik.

“Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para siswa untuk bergabung dalam organisasi sesuai dengan minatnya. Melalui organisasi, mereka belajar memimpin, bekerja sama, mengatur waktu, berkomunikasi, hingga mengelola berbagai kegiatan. Semua pengalaman ini akan menjadi bekal yang sangat berharga di masa depan,” ujarnya usai kegiatan.

Menurut Nuke, setiap organisasi memiliki fungsi dan peran yang saling melengkapi. OSIS menjadi motor penggerak berbagai program dan kegiatan kesiswaan, sedangkan MPK berperan sebagai lembaga perwakilan siswa yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja OSIS.

“MPK dapat diibaratkan sebagai lembaga legislatif di lingkungan sekolah. Mereka bertugas mengawasi jalannya program kerja OSIS, mengevaluasi kinerja pengurus, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun ini MPK telah menunjukkan komitmennya dalam menegakkan tata kelola organisasi dengan menyelenggarakan sidang kode etik terhadap pengurus OSIS yang terbukti melakukan pelanggaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran tentang tanggung jawab, akuntabilitas, dan kepemimpinan yang berintegritas.

Dalam sesi pengenalan organisasi, para murid baru tampak antusias menyimak paparan dari kakak kelas yang menjadi pengurus organisasi. Mereka berbagi pengalaman mengenai dinamika berorganisasi, tantangan yang dihadapi, hingga manfaat yang dirasakan selama aktif dalam berbagai kegiatan.

Suasana semakin hidup ketika para pengurus menceritakan pengalaman mereka dalam menyelenggarakan berbagai agenda besar madrasah, mulai dari peringatan hari besar, bakti sosial, perlombaan, hingga kegiatan kepemimpinan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada murid baru bahwa organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang belajar yang membentuk karakter, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Nuke berharap semakin banyak murid yang berani mengambil peran dalam organisasi selama menempuh pendidikan di MAN 4 Sleman.

“Organisasi merupakan laboratorium kepemimpinan. Di sinilah siswa belajar hidup bermasyarakat, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan memimpin sebuah tim. Pengalaman ini akan membuat mereka lebih matang, siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan siap menghadapi kehidupan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pengenalan organisasi kesiswaan ini, MAN 4 Sleman kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta jiwa pengabdian kepada masyarakat.  (eds)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->