
Sleman – MAN 4 Sleman menggelar acara Pengajian dan Pertemuan Wali Murid untuk kelas XI dan XII, Rabu (19/8/2026) di Aula Utama madrasah. Kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi dan kerja sama yang erat antara pihak madrasah dengan orang tua serta wali murid, guna mendukung keberhasilan siswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Inti acara adalah pengajian yang disampaikan Ustad KH Drs Aminudin Najib, S.Ag., M.Si. Dalam tausiyahnya, Ustad Najib menekankan bahwa kesuksesan anak tidak hanya bergantung pada upaya di sekolah, melainkan juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua dan keluarga. “Perlu ada kerja sama sinergis antara madrasah dengan orang tua. Anak-anak kita butuh perhatian, doa, dan motivasi dari rumah agar semangat mereka terus terjaga,” paparnya di hadapan para wali murid yang hadir.
Sementara itu Ketua Komite MAN 4 Sleman, Drs. H. Daryono,M.Pd menyajikan laporan petenggungjawaban komite, pemasukan dan pengeluaran, hingga hutang yang menjadi tanggungan madrasah. Pengurus komite mendukung penuh program-porgram unggulan madrasah, dengan muara akhir untuk kesuksesan para siswa.
Memasuki sesi pemaparan program akademik, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Safitri Ida Kusumastuti, S.Sos., menyampaikan sejumlah strategi madrasah untuk menyukseskan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Safitri menjelaskan bahwa pihak madrasah telah menyusun jadwal Latihan, pembahasan intensif, serta menggandeng pihak luar untuk memperkaya persiapan siswa. “Kami mohon dukungan penuh dari orang tua untuk mengawasi dan memotivasi putra-putri mereka. Kesungguhan siswa dan peran aktif keluarga adalah kunci utama,” tegasnya.
Safitri juga mengungkapkan harapan besar agar jumlah alumni yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terus meningkat. “Tahun ini target kami lebih baik dan lebih banyak dari sebelumnya. Untuk itu, siswa kelas XII harus benar-benar fokus meraih sukses di TKA, sekaligus mempersiapkan diri masuk PTN dan PTS favorit,” tambah Safitri dengan optimistis.
Di sisi lain, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Nuke Koesrini, S.H., memaparkan ragam prestasi non-akademik yang telah diraih siswa serta program unggulan kesiswaan. Salah satu program yang dinanti adalah Economic & Education Culture Visit (ECEV) yang rencananya akan digelar pada April 2026. Menurut Nuke, setiap anak memiliki potensi unik yang perlu digali dan dikembangkan, baik di bidang olahraga, seni budaya, agama, maupun lainnya.
“Mengikuti lomba non-akademik sangat penting. Sertifikat kejuaraan bisa menjadi nilai tambah yang berarti bagi masa depan siswa,” ujar Nuke. Ia pun mencontohkan seorang alumni yang berhasil meraih beasiswa penuh di UIN Raden Mas Said Surakarta berkat prestasinya sebagai juara catur tingkat DIY. “Kampus datang langsung ke madrasah dan menawarkan beasiswa penuh. Ini bukti bahwa prestasi non-akademik juga bisa membuka pintu kesuksesan,” kenangnya.
Melalui pertemuan ini, MAN 4 Sleman berharap semangat kolaborasi antara madrasah, siswa, dan orang tua terus terjaga. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan setiap siswa mampu menggali potensi terbaiknya, baik di ruang kelas maupun di luar kelas, demi meraih cita-cita yang gemilang. (eds)





