News

Maulid Nabi : Empat Keteladanan Rasulullah Muhammad

Sleman (MAN 4 Sleman) – Ada 4 (empat) keteladanan yang ditunjukkan Rasulullah Muhammad SAW kepada seluruh umatnya.  Bagi kaum remaja, empat tauladan tersebut sangatlah relevan, sangat perlu untuk diikuti untuk menjadi pribadi unggul.  “Pertama Nabi Muhammad memiliki kejujuran sejak muda atau Al-Amin, kedua semangat belajar dan membaca, ketiga kerja keras dan mandiri, keempat pergaulan yang baik,” papar Ustad Azhar Basyir saat menyampaikan tausiah di aacara Menyongsong Maulid Nabi 1447 H di Aula Masjid An-Najah MAN 4 Sleman Kamis (4/9/2025).  Kegiatan pengajian tersebut diprakarsai Pengurus OSIS Pratisma dan diikuti seluruh Civitas Akademika MAN 4 Sleman

Kejujuran sejak di usia remaja harus dimiliki oleh kalangan pelajar yang akan menjadi generasi penerus bangsa.  Jujur saat di sekolah, dan jujur di mana pun berada akan membangun kemaslahatan di masyarakat, tegasnya.  Di bidang apapun, kejujuran memiliki peran penting dan besar artinya bagi pembangunan dan perkembangan Masyarakat.

Generasi muda harus memiliki semangat belajar dan meningkatkan literasi.  “Muhammad sejak muda adalah pekerja keras dan mandiri, menjadi seorang pengusaha ulet.  Kaum muda harus mencontoh beliau, selalu belajar dan bekerja keras, mandiri, ulet.  Paling tidak, kemandirian dimulai untuk mengurus diri sendiri,” tegas ustad Basyir.  Mulailah mengurus keperluan diri sendiri, tidak banyak tergantung pada orang tua atau orang lain, kemandirian dimulai dari hal-hal kecil, berangsur meningkat hingga menjadi pribadi yang benar-benar mandiri, tidak membebani, imbuhnya.

Selain itu, jalinan pertemanan dan pergaulan memiliki peran penting membentuk kepribadian seseorang.  Teman pergaulan memiliki pengaruh penting, maka bertemanlah dan berada di lingkungan orang-orang yang berperilaku baik.  “Ibarat berteman penjual minyak wangi, meski tidak membeli, akan menjadi wangi.  Berada di lingkungan orang pande besi, akan menjadi bau yang tak sedap,” lanjut Ustadz Azhar mengibaratkan.

Oleh karena itu kaum muda harus membangun karakter dengan meneladani nabi, menggunakan trend zaman sekarang sebagai jalan dakwah, dan harus selalu ingat bahwa masa muda adalah modal besar, tegasnya.  Hal itu sejalan dengan Hadits Riwayat  Tirmidzi, yang ia nukil, ”Tidak akan bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat hingga ditanya tentang umurnya ditanya untuk apa dihabiskan, dan untuk apa masa mudaya digunakan.” 

Di akhir tausiah, Ustad Basyir berpesan, “Jadikan Nabi Muhammad Saw sebagai idola sejati.  Idola yang bukan hanya tampan, cerdas, dan pemberani, tetapi juga berhati mulia, jujur, dan penuh kasih sayang.”   Kalau anak muda hari ini mampu meneladani Rasulullah, insyaAllah anak muda akan menjadi generasi kuat, tangguh, berprestasi, dan berakhlak mulia, pungkasnya.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)

Show More

Related Articles

Back to top button
-->