
Sleman (MAN 4 Sleman) – MAN 4 Sleman menggelar kegiatan Latihan Kurban dan Lomba Memasak bagi siswa kelas X dan XI pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini menjadi sarana pembelajaran karakter yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, Kepala Tata Usaha MAN 4 Sleman, Wahir Tupono, S.A.P., memberikan sambutan dan pengarahan kepada para peserta. Ia mengajak siswa untuk aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menjadikannya sebagai sarana belajar langsung di lapangan. Menurutnya, kegiatan kurban tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai keikhlasan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial kepada peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti praktik kurban untuk memahami tata cara pelaksanaan kurban sesuai syariat Islam sekaligus menghayati makna pengorbanan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memasak antarkelompok yang menuntut kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi dalam menghasilkan sajian terbaik.
Tidak hanya lomba memasak, panitia juga memasukkan lomba kebersihan kelas sebagai salah satu komponen penilaian. Melalui kategori ini, siswa didorong untuk membiasakan hidup bersih, menjaga kerapian lingkungan, serta memperkuat budaya peduli lingkungan di madrasah.
Sementara itu Kepala MAN 4 Sleman, Drs. Ahmad Arif Makruf, M.A., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang bertujuan membentuk karakter peserta didik secara utuh.
“Latihan kurban dan lomba memasak bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi media pembelajaran yang menanamkan nilai keikhlasan, kreativitas, kerja sama, dan kepedulian kepada sesama,” tutur Ahmad Arif Makruf.
Kegiatan ini sejalan dengan penguatan Profil Lulusan MAN 4 Sleman, khususnya pada aspek keimanan dan ketakwaan, kreativitas, serta kolaborasi. Melalui tema “Berbagi, Berkreasi, dan Berkolaborasi dalam Semangat Berkurban”, madrasah berharap peserta didik tidak hanya memahami makna kurban secara teori, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai pengorbanan, kebersamaan, kepedulian sosial, dan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.(dzl)



