Kelas Tata Busana MAN 4 Sleman Lakukan Kunjungan Industri di PT Damas Kencono Sukoharjo
Belajar langsung dengan Praktisi

Sleman (MAN 4 Sleman) – Sebanyak 31 murid Program Keterampilan Tata Busana MAN 4 Sleman Tahun Ajaran 2025/2026 melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Damas Kencono, Sukoharjo, pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini didampingi oleh tiga guru pendamping dan bertujuan untuk memberikan wawasan serta pengalaman langsung kepada peserta didik tentang dunia industri, khususnya di bidang batik dan garment.
Rombongan MAN 4 Sleman diterima langsung oleh Direktur sekaligus Owner PT Damas Kencono, Bapak Sudaryanto. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi dan berbagi kiat sukses menjadi pengusaha di bidang garment. Damas Kencono sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang batik dan garment dengan jangkauan produksi yang luas dan manajemen yang profesional.
Salah satu guru pendamping, Drs. Edy Suparyanto, M.A., menyampaikan bahwa tujuan kunjungan industri ini supaya para murid program Tata Busana, memperoleh wawasan baru, memahami budaya kerja industri, meningkatkan motivasi belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha di masa yang akan datang. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT. Damas Kencono, yang telah berkenan menerima dan memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar secara langsung di dunia industri. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual agar murid tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat praktik nyata di lapangan, “ ungkapnya.
Dalam sesi bincang bersama, Bapak Sudaryanto—yang akrab disapa Pak Dar—menceritakan perjalanan kariernya. “Karena saya merupakan sarjana pendidikan bahasa Inggris, dulu saya juga pernah menjadi guru, meskipun hanya enam bulan,” ungkapnya. Ia menegaskan pentingnya pendidikan dalam meraih kesuksesan. “Kalau ingin menjadi orang sukses, harus berpendidikan tinggi. Orang dengan pendidikan tinggi, peluang sukses lebih besar,” imbuhnya. Ia juga menambahkan bahwa membangun usaha tidak cukup hanya dengan modal, tetapi membutuhkan ilmu manajemen seperti marketing, production, quality control, accounting, hingga kemampuan komunikasi.
Sambutan ditutup dengan kisah inspiratif tentang dukungan sang ibu yang selalu meyakinkannya bahwa jika seseorang memiliki kemampuan, maka uanglah yang akan mengejar kita—dan hal tersebut benar-benar ia rasakan dalam perjalanan usahanya. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, kemudian rombongan diajak mengunjungi ruang produksi garment. Di ruang produksi, para murid dapat melihat langsung proses kerja serta mengaitkan teori dan ilmu yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di dunia industri. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berwirausaha dan kesiapan murid dalam menghadapi dunia kerja di masa depan. (Tutut)




