
Sleman (MAN 4 Sleman) – Istirahat usai mengerjakan soal-soal Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) memang diperlukan. Sesudah suntuk mengerjakan asesmen, para murid pun bisa beristirahat, namun terlebih dahulu diwajibkan menunaikan ibadah sholat sunnah Dhuha. “Sholat Dhuha merupakan upaya untuk penguatan karakter murid. Anak-anak kita biasakan menunaikan sholat Dhuha. Harapannya kegiatan nantinya diteruskan dan menjadi kebeiasaan positif murid,” ujar Wakil Kepala Bidang (Wakabid) Kesiswaan Nuke Koesrini,S.H usai kegiatan di Masjid AN-Najah Selasa 99/6/2026).
Sesuatu yang sifatnya positif awalnya memang harus dipaksakan hingga nantinya menjadi suatu kebiasaan atau habit, dan pela tetapi pasti akan menjadi karakter yang melekat. Dalam pelaksanaannya, setelah selesai para murid mengabil air wudhu kemudian secara bersama-sama memasuki masjid dan dibimbing oleh beberapa guru. “Untuk kesuksesan pembiasaan ini, diperlukan kekompakan kebersamaan seluruh civitas akademik madrasah. Dengan kekompakan, insyaallah semua kegiatan akan berjalan lancar,” imbuh Nuke. Maka ia berharap semua guru dan pegawai melaksanakan pembimbingan ini dengan Ikhlas, kesungguhan, dedikasi, yang semua itu wujud dari suatu integritas.
Selain pembiasaan Dhuha, dilaksanakan Sholat Dhuhur dan “Ashar berjama’ah. Demikian halnya untuk Sholat Jum’at secara rutin juga dilaksanakan di Masjid An-Najah. Selain itu, ada pula pembacaan hadits secararutin seusai sholat berjamaah, yang dibacakan oleh siswa.
Kepala MAN 4 Sleman, Drs Ahmad Arif Makruf,M.A.,M.Si memberikan apresiasi kepada guru dan pegawai yang dengan Ikhlas mendampingi murid menunaikan ibadah. “Tugas kita bersama mendampingi dan membersamai murid dalam menunaikan iadah. Kita laksanakan dan optimalkan peran sebagai pendidik dan tenaga kependidikan untuk melayani murid,” tegasnya. Maka seluruh guru dan pegawai harus bekerja Ikhlas, tuntas, dengan tetap mengutamakan kulitas kinerja. Dan mendampingi anak-anak dalam beribadah adalah tugas mulia, pungkasnya. (eds)




