Koordinasi Walas Upaya Layanan Prima Kepada Siswa

Sleman (MAN 4 Sleman) – Wali kelas atau Walas memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kependidikan kepada seluruh siswa. Bisa dikatakan walas adalah orang tua siswa selama berada di madrasah, serta dalam menghadapi berbagai persoalan. “Kita harus memberikan layanan terbaik bagi siswa siswi kita selama berada di madrasah. Orang tua memiliki harapan tinggi menyekolahkan putra-putrinya di madrasah kita, itulah perlunya selalu koordinasi,” tegas Drs Ahmad Arif Makruf,M.A.,M.Si Kepala MAN 4 Sleman saat memberikan arahan pada koordinasi wali kelas X pada Selasa (4/2/2025) di ruang kepala madrasah.
Penting bagi seluruh guru dan pegawai untuk senantiasa memperhatikan pendidikan karakter, pengamalan ibadah sholat berjama’ah. “Diharapkan setiap wali kelas bisa mengontrol kehadiran maupun kedisiplinan siswa serta mengkomunikasikan dengan orang tua. Walas diharapkan lebih greteh, lebih peduli, sering memantau perkembangan siswa. Ini juga ladang amal bagi Bapak-ibu,” tegas Arif. Apa lagi untuk wali kelas dihitung atau setara 6 jam pembelajaran, sehingga ada cukup waktu untuk setiap hari memantau perkembangan par siswanya, lanjut Arif.
Dalam koordinasi walas tersebut, setiap wali kelas melaporakan perkembangan siswa-siswi yang menjadi perwaliannya. Beberapa yang dilaporkan di antaranya jumlah siswa, prestasi akademik non akademik, kehadiran dan kedisiplinan, hingga permasalahan yang dihadapi dan yang harus dituntaskan. Berbagai prestasi diberikan apresiasi dan diharapkan semakin banyak siswa-siswi yag menyumbangkan prestasi sesuai passion masing-masing. Sehingga prestasi siswa akan semakin meningkat. Terhadap permasalahan yang dihadapi siswa, wali kelas bisa berkoordinasi dengan Guru Bimbingan Konseling (BK), bisa berkomunikasi dengan orang tua, hingga bila diperlukan home visit bisa dilakukan, ujar Edy Suparyanto wakil kepala madrasah bidang (Wakabid) kesiswaan.
“Untuk siswa atau siswi yang sakit seperti kecelakaan saat di madrasah, pihak madrasah bisa mengunjungi dan memberikan santunan. Mohon wali kelas berkomunikasi dengan bidang kesiswaan saat akan melakukan kunjungan,” lanjut Edy. Semua itu bagian dari layanan madrasah kepada para siswa, tegasnya. Sementara Wakabid Humas Dwi Astuti Handayani,S.Pd berpesan agar ada jalinan komunikasi antara sekolah dengan wali murid dan walas bisa menjembatani. “Penting memiliki kontak person wali siswa, cek pula media sosial / medsos siswa. Jangan sampai medsos anak menyiarkan hal-hal negative, karena hal itu bisa menurunkan reputasi madrasah,” pesan Dwi. Walas diharapkan memastikan pesan atau informasi dari madrasah benar-benar sampai ke orang tua, tegasnya.
Berbagai permasalahan dibahas dalam koordinasi tersebut dalam upaya memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta didik. “Semua yang sudah dibicarakan di pertemuan ini segera ditindaklanjuti. Jangan sampai hanya taraf pembicaraan. Penting untuk melakukan tindak lanjut dari koordinasi ini,” pesan Drs. Jendra Puji Susanta wakabid Sarana Prasarana. (eds)





