
Sleman – Gaplek secara turun-temurun dimanfaatkan sebagai bahan pangan pokok maupun olahan sederhana seperti tiwul dan gathot. Seiring dengan perubahan zaman dan gaya hidup, ketergantungan pada gaplek sebagai sumber karbohidrat utama mulai menurun. Minat generasi muda terhadap olahan tradisional berbasis gaplek juga cenderung memudar, keberadaannya menghadapi tantangan untuk tetap lestari dan memiliki nilai ekonomi kompetitif. “Potensi gaplek sebagai bahan baku pangan modern belum sepenuhnya tergali secara optimal, sehingga nilai ekonominya masih terbatas dan rentan terhadap fluktuasi harga,” tegas Sundari. Kondisi itulah yang melatarbelakangi gagasan ide bisnis GO PUFF, tegasnya.
Ide bisnis GO PUFF merupakan sebuah terobosan dunia kuliner modern, menyatukan warisan tradisional dengan selera modern. “Sebagai brand inovatif, kami menghadirkan puff pastry dengan konsep unik dan orisinal, mentransformasikan bahan baku lokal tradisional gaplek khas Gunungkidul menjadi produk pastry modern yang tidak hanya lezat berkualitas tinggi, tetapi juga sarat makna dan cerita,” ujar Sungging Sundari didampingi Asyifa Dewi Pramesti Tim Riset MAN 4 Sleman saat ditemui Sabtu (15/11/2025). Kedua siswi tersebut memproduksi puff pastry dengan bimbingan Guru Agribisis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Umi Hidayati.
Keduanya mengikuti kompetisi bisnis plan dengan mengajukan pemaparan dengan judul “GO PUFF, Strategi Pengembangan Produk Puff Pastry dari Gaplek Khas Gunungkidul untuk Meningkatkan Kearifan Local.” Mereka mengubah makanan khas Gunungkidul gaplek menjadi puff pastry, sehingga lebih menarik dan kekinian, menjadikannya berhasil meraih juara 1 Bisnis Plan Nasional yang diselenggarakan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan & Kesiswaan (KSKK) Madrasah dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Sungging Sundari menegaskan, “GO PUFF menawarkan dua bentuk produk utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.” Pertama, Produk Siap Olah (Ready-to-Cook): Frozen Pastry Sheets: Lembaran adonan puff pastry siap pakai yang praktis, memungkinkan konsumen yang hobi baking untuk berkreasi sendiri di rumah.
Kedua, Produk Siap Santap (Ready-to-Eat): yang menghadirkan 2 varian utama, mengkombinasikan rasa tradisional gatot dengan rasa modern. Go Puff Original Varian original yang mempertahankan cita rasa gatot tradisional dengan sentuhan modern, menggunakan racikan gatot pilihan yang diolah dengan teknik khusus. Sementara Go Puff Chocolate, inovasi yang memadukan gatot dengan coklat premium, menghasilkan sensasi rasa unik yang menggugah selera bagi pecinta makanan manis.
Kedua siswa tersebut juga memaparkan aspek bahan baku, proses produksi, target pasar, promosi, penghitungan harga, aspek syariah dan etika bisnis, seperti pengurusan sertifikat halal. “GO PUFF berkomitmen menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah Islam, tidak hanya aspek kehalalan produk, tetapi juga dalam seluruh aspek operasional bisnis. Implementasi etika bisnis Islami ini menjadi nilai tambah dan pembeda dengan kompetitor, sekaligus wujud tanggung jawab kepada Allah SWT dan Masyarakat,” pungkas Sungging. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)
Berita ini juga dikirim ke Kominfo Sleman




