
Sleman (MAN 4 Sleman) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman menggelar Upacara Peringatan Hari Kartini pada Selasa(21/04/2026) pagi, dengan suasana khidmat sekaligus semarak. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh civitas akademika ini berlangsung di halaman madrasah mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
Nuansa peringatan semakin terasa istimewa dengan kehadiran para peserta upacara yang mengenakan pakaian adat Jawa. Balutan busana tradisional tersebut tidak hanya menambah keindahan suasana, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap budaya sekaligus mengenang semangat perjuangan R.A. Kartini.
Kepala MAN 4 Sleman, Drs. Ahmad Arif Makruf, M.A., M.Si., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Ia menyampaikan pesan mendalam tentang perjalanan panjang perjuangan perempuan. Ia menggambarkan kondisi perempuan pada masa sebelum datangnya Islam, yakni masa Jahiliyah, ketika perempuan kerap diperlakukan tidak adil bahkan kehilangan hak hidup.
Arif menegaskan bahwa Islam hadir membawa perubahan besar dengan memuliakan perempuan, memberikan hak hidup, hak memperoleh pendidikan, hak waris, serta kedudukan mulia dalam keluarga dan masyarakat. Menurutnya, nilai emansipasi dalam Islam bersifat seimbang—memberikan hak kepada perempuan tanpa meninggalkan ketentuan syariat.

“Islam datang untuk memuliakan perempuan—memberi mereka hak hidup, pendidikan, dan kehormatan. Karena itu, peringatan Hari Kartini jangan berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi komitmen kita bersama untuk menghargai, melindungi, dan memuliakan perempuan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Momentum Hari Kartini, lanjutnya, hendaknya menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya memperlakukan perempuan dengan adil dan penuh kasih, baik sebagai ibu, anak, maupun bagian dari masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memberikan akses pendidikan dan perlindungan yang layak bagi perempuan.
Menutup amanatnya, beliau menyampaikan bahwa kemuliaan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas perempuannya, yang senantiasa dilandasi dengan ketakwaan kepada Allah SWT.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan jalan sehat bersama serta berbagai perlombaan dalam rangka “Kartini Fest” yang diikuti para siswa. Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi terhadap perjuangan perempuan Indonesia. (dzl)



